Jumat, Agustus 29, 2025
26.7 C
Semarang

Rais Syuriah PCINU Australia-Selandia Baru: Terorisme Problem Kemanusiaan

Serat.id-Insiden penembakan di Selandia Baru pada Jum’at, 15 Maret 2019 lalu menurut Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCI NU) Australia dan Selandia Baru, Profesor Nadirsyah Hosen bukan hanya sebagai problem umat Islam. Lebih dari itu menurutnya kejadian itu merupakan problem kemanusiaan. Ia meminta siapapun turut serta dalam menjaga kedamaian dan keamanan dunia.

“Untuk saat ini yang paling penting adalah mengembalikan kepercayaan para tokoh muslim bahwa pemerintah Selandia Baru akan tetap memberikan jaminan perlindungan dan keamanan kepada mereka”, kata Prof Nadir di Mushallatorium At-Taqiy Pondok Pesantren Life Skill Darun Najah Semarang, Sabtu, 16 Maret 2019.


Rais Suriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCI NU) Australia dan Selandia Baru, Profesor Nadirsyah Hosen (tengah) saat berdiskusi di Mushallatorium At-Taqiy Pondok Pesantren Life Skill Darun Najah Semarang, Sabtu, 16 Maret 2019.

Meski berada di Indonesia, saat ini Prof Nadir masih menjalin komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat di Selandia Baru. Ia mengatakan, PCI NU Australia dan Selandia Baru akan melakukan penggalangan dana untuk para korban.

“Memang banyak spekulasi yang beredar, tapi untuk secara pastinya masih belum diketahui. Saya tidak mau menambah keruh situasi. Tapi yang jelas peristiwa ini sangat mengejutkan”, ujar pria yang akrab dipanggil Gus Nadir itu.

Prof Nadir menyebutkan, hubungan umat islam dengan umat lainnya di Selandia Baru saat ini cukup baik. Pemerintah Selandia Baru jugsa sudah mengakomodir masyarakat muslim untuk menunaikan salat dan memakai hijab di tempat umum.

“Bahkan setiap menjelang ramadan, Perdana Menteri Selandia Baru turut hadir dalam acara buka bersama di masjid kampus-kampus” tambahnya.

Prof Nadir merasa khawatir terkait video penembakan yang viral di media sosial. Ia khawatir tujuan utama pelaku teror justru memunculkan ketakutan dan membuat umat Islam ingin melakukan serangan balasan.

“Untuk WNI bapak dan anak yang menjadi korban penembakan masih terus kami pantau kondisinya hingga kini. Dan masih ada satu lagi WNI kita yang juga korban penembakan yang belum ditemukan” kata dosen Monash University itu.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Selandia Baru telah mendata dan menghubungi satu-persatu WNI di Selandia Baru. Ada sekitar 350 WNI yang didata kembali. “Kita doakan semuanya semoga aman kembali”, katanya.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan penembakan masjid di kota Christchurch menjadi salah satu hari terkelam di Selandia Baru. “Apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya”, kata Ardern dikutip dari AP News. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img