Jumat, Agustus 29, 2025
26.7 C
Semarang

Kampanyekan Toleransi, Sinta Nuriyah Sahur di Gereja Semarang

Serat.id– Istri mendiang Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah sahur bersama di Gereja Santo Yusuf Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 18 Mei 2019. Kegiatan “Sahur Keliling 2019” itu melibatkan tokoh lintas agama.

“Semboyan Bhineka Tunggal Ika menjadi pilar persatuan bangsa Indonesia. Tanpa itu negara akan goyah,” kata Sinta disambut tepuk tangan peserta sahur.

Istri mendiang Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah sahur bersama di Gereja Santo Yusuf Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 18 Mei 2019.

Istri mendiang Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah sahur bersama di Gereja Santo Yusuf Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 18 Mei 2019. (foto Fadli/ Serat.id)

Sinta mengajak anak jalanan, kaum duafa, anak yatim piatu, dan tokoh lintas agama untuk santap sahur dengan selingan tausiyah, rebana dan keroncong.

Menurut Sinta, kegiatan sahur bersama bermaksud merekatkan kebersamaan anak bangsa meski dalam keberagaman. “Antar anak bangsa harus saling menghormati dan tolong menolong. Sahur bersama salah satu wujud, menolong saudaranya yang beragama Islam bisa melaksanakan ibadah puasa sebaik-baiknya,” kata dia.

Ia berharap, kebersamaan anak bangsa ini juga saling menguatkan satu sama lain di tengah maraknya ujaran kebencian.

“Seluruh anak bangsa yang tinggal di Indonesia apakah pantas saling gontok-gontokan dan saling fitnah antar sesama ? Tentu tidak,” tuturnya.

Sinta mengungkapkan meski dirinya diserang oleh berbagai pihak. Ia tak gentar sebab menggemakan narasi satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Kegiatan sahur keliling yang telah dilakukan Sinta Nuriyah sejak 2000 itu dihadiri oleh tokoh lintas agama, Romo Budi Alyos Purnomo, Ketua PW Ansor Jateng Sholahudin, Perwakilan Pemkot Semarang Bambang Suronggono, Ketua Persekutuaan Gereja Kristen Semarang Pendeta Sedyoko, Majelis Tinggi Agama Konghucu Semarang Andi Tjok dan Ketua Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang Setyawan Budi. (Fadli Rais/ Magang)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img