
Serat.id– Sebanyak 30 mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Walisongo Semarang memamerkan foto cerita secara daring. Foto-foto tersebut merupakan hasil dari mata kuliah fotografi yang diampu dosen Farida Rachmawati.
Mereka yang terlibat merupakan mahasiswa KPI konsentrasi Penerbitan Islam angkatan 2017 dan 2018.
Farida mengatakan, foto cerita tersebut mengangkat potensi lokal di sekitar mahasiswa tinggal. Tema itu dipilih lantaran mahasiswa masih menjalani kuliah dari rumah.
“Dengan tema ini diharapkan mahasiswa dapat mengenalkan berbagai macam potensi lokal yang ada di daerah mereka masing-masing,” kata Farida saat bedah karya secara virtual pada Minggu (27/06/2021).
Satu di antara peserta pameran, Sheila Tanjaya Ratnasari menyuguhkan foto cerita tentang usaha kreatif rajutan Si Mai Crochet asal Rembang. Bisnis tersebut dikelola Islahatul Khoiriyah sejak 2016. Usaha tersebut memproduksi sejumlah asesoris berbahan rajut. Di antaranya pin, bros, baju bayi, dan lain sebagainya.
Baca juga: Mengintip Galeri Studio Arsi Milik UIN Walisongo Semarang
Sementara Risma Novita Dewi mengangkat kerajinan keranjang di daerah tempat tinggalnya. Ia memotret kegiatan warga yang memanfaatkan limbah pabrik berupa tali pet sebagai bahan baku pembuatan keranjang sampah. Keranjang tersebut jadi produk bernilai jual Rp45 ribu.
Karya-karya mahasiswa tersebut dipamerkan di laman https://sites.google.com/view/faridarachmawati/galeri-fotografi-kpi-2021 .
Adapun bedah karya menghadirkan dua narasumber, yaitu founder @phonegraphyindonesia, Isbalna dan sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang, Abdul Arif.
Menurut Isbalna, saat ini ponsel pintar sangat sudah dilengkapi dengan kamera berkualitas. Pengguna ponsel bisa dengan mudah mengambil foto dengan.
“Setidaknya itu kita tahu teknik dasarnya,” katanya.
Ia juga berbagi pengalaman tentang akun instagram @phonegraphyindonesia yang kini ia kelola. Berbekal pengalaman fotografi dan mengelola media sosial, akun tersebut kini telah memiliki sebanyak 117 ribu follower.
Sementara itu, Abdul Arif menekankan pada sisi jurnalistik. Menurutnya, foto cerita merupakan produk jurnalistik. Ia menekankan pada standar kerja jurnalistik.
“Harus menerapkan kode etik jurnalistik,” kata Pemimpin Redaksi Serat.id itu.
Ia juga menekankan observasi lapangan untuk menampilkan gambaran utuh cerita yang akan disajikan kepada publik. (Fitria Soefiyani/Mahasiswa KPI UIN Walisongo Semarang)