Jumat, Agustus 29, 2025
27.1 C
Semarang

Angka Kematian Anak karena Covid-19 Tinggi, IDI: Perlu Vaksinasi

perempuan dan anak
Ilustrasi, perempuan dan anak, pixabay.com

Serat.idKetua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDI), Aman Bhakti Pulungan, menyebut vaksinasi Covid-19 pada anak menjadi urgen. Ia mengingatkan angka kematian anak karena Covid-19 di Indonesia tergolong tinggi jika dibandingkan negara lain.

Ia menyebut, sekitar 50% anak yang berusia di bawah lima tahun meninggal dunia terkena Covid-19. Begitu juga dengan anak berusia 10-18 tahun, 13% di antaranya yang terkena Covid-19 meninggal dunia.

“Untuk mencapai herd immunity ini kalau kita lihat seluruh populasi anak sekitar 90 juta atau 30% tidak akan tercapai kalau anak itu tidak segera imunisasi sesegera mungkin,” ujarnya dalam tanya jawab Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang digelar secara daring bertajuk “Apakah Anak Sudah Boleh Divaksinasi Covid-19”, Kamis, 1 Juli 2021.

Baca Juga:
Presiden Jokowi Umumkan PPKM Darurat 2021 Jawa & Bali, Mulai 3-20 Juli 2021
Warga Kota Semarang di Atas 18 Tahun Dapat Vaksinasi, Ini Syaratnya
70 tenaga kesehatan Kota Semarang Tak Hadir Vaksinasi Perdana

Aman menyebut tingginya kematian anak disebabkan deteksi yang terlambat dan ketika sudah parah baru dibawa ke Rumah Sakit. Di samping itu tingginya kematian anak disebabkan viral load tinggi dalam tubuh anak.

Ia memaparkan kasus Covid-19 yang menimpa anak cukup besar yakni 12,5% sampai 15%. Atau dengan kata lain satu dari delapan orang yang terpapar covid-19 adalah anak.

Ia mengapresiasi tindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah menerbitkan izin penggunaan darurat kepada anak usia di atas 12 tahun. Populasi anak di Indonesia pada usia tersebut antara 20 juta-30 juta jiwa atau hampir sepersuluh populasi.

“Saya pastikan KIPI (kejadian ikutan pasca imuninasi) -nya tidaklah berat dengan imunisasi yang dilakukan anak sejak lahir. Kejadian KIPI (selama) ini cuman berapa persen, sementara kejadian angka kematiannya (karena Covid-19) tinggi,” ujarnya.(*)

Pandemi Covid-19, Bisnis Kafe dan Resto di Kota Lama Semarang Mendadak Sunyi

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img