
Serat.id – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDI), Aman Bhakti Pulungan, menyebut vaksinasi Covid-19 pada anak menjadi urgen. Ia mengingatkan angka kematian anak karena Covid-19 di Indonesia tergolong tinggi jika dibandingkan negara lain.
Ia menyebut, sekitar 50% anak yang berusia di bawah lima tahun meninggal dunia terkena Covid-19. Begitu juga dengan anak berusia 10-18 tahun, 13% di antaranya yang terkena Covid-19 meninggal dunia.
“Untuk mencapai herd immunity ini kalau kita lihat seluruh populasi anak sekitar 90 juta atau 30% tidak akan tercapai kalau anak itu tidak segera imunisasi sesegera mungkin,” ujarnya dalam tanya jawab Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang digelar secara daring bertajuk “Apakah Anak Sudah Boleh Divaksinasi Covid-19”, Kamis, 1 Juli 2021.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Umumkan PPKM Darurat 2021 Jawa & Bali, Mulai 3-20 Juli 2021
Warga Kota Semarang di Atas 18 Tahun Dapat Vaksinasi, Ini Syaratnya
70 tenaga kesehatan Kota Semarang Tak Hadir Vaksinasi Perdana
Aman menyebut tingginya kematian anak disebabkan deteksi yang terlambat dan ketika sudah parah baru dibawa ke Rumah Sakit. Di samping itu tingginya kematian anak disebabkan viral load tinggi dalam tubuh anak.
Ia memaparkan kasus Covid-19 yang menimpa anak cukup besar yakni 12,5% sampai 15%. Atau dengan kata lain satu dari delapan orang yang terpapar covid-19 adalah anak.
Ia mengapresiasi tindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah menerbitkan izin penggunaan darurat kepada anak usia di atas 12 tahun. Populasi anak di Indonesia pada usia tersebut antara 20 juta-30 juta jiwa atau hampir sepersuluh populasi.
“Saya pastikan KIPI (kejadian ikutan pasca imuninasi) -nya tidaklah berat dengan imunisasi yang dilakukan anak sejak lahir. Kejadian KIPI (selama) ini cuman berapa persen, sementara kejadian angka kematiannya (karena Covid-19) tinggi,” ujarnya.(*)