Berharap prosedur vaksinasi dilakukan secara jelas. Kalaupun ada perubahan jadwal vaksinasi

Serat.id – Warga Kota Semarang mengeluhkan prosedur pendaftaran vaksinasi di Puskesmas dengan sistem on the spot. Mereka yang mendaftar di Puskesmas Kedungmundu Kecamatan Tembalang pada Sabtu, 17 Juli lalu tak menemukan kuota dan disarankan untuk datang kembali jam 03.00 dini hari, hari senin berikutnya.
“Tapi saat saya sudah datang jam setengah tiga pagi hari, Senin masih tetap tak kebagian kuota sama sekali, ” ujar Fina, warga kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang, kepada Serat.id, Rabu, 28 Juli 2021.
Fina menyebut petugas hanya mengabarkan kepadanya lebih lanjut jika kuota vaksinasi tersedia pada wkatu akan akan datang. Tentu hal itu merepotkan karena saat hendak mendaftar vaksin, membuatnya harus mengambil izin kerja selama dua hari.
“Saya berharap pelayanan vaksinasi nanti tak ribet dan cepat ditangani,” ujar Fina menambahkan
Keluhan serupa juga diutarakan oleh Ika, warga Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara pada Jumat pekan laliu mendapatkan kabar dari grup RT akan ada vaksinasi pada hari Sabtu di Kelurahan tempat ia tinggal. Namun ketika ia datang kuota vaksinasinya telah habis, sehingga petugas mengarahkan dirinya untuk mendaftarkan kembali pada hari Senin kemarin.
“Namun saat Senin pagi hari saat jam kantor saya satang ternyata juga tak termasuk dalam kuota,” kata Ika.
Ia mendapatkan kabar dari petugas vaksinasi kalau pendaftaran sudah dibuka jam 3 dini hari sudah penuh. “Jam 3 sebelum subuh itu gak normallah jam segitu, antrierebutan vaksin,” ujar Ika menambahkan.
Ia berharap ke depan agar prosedur vaksinasi dilakukan secara jelas. Kalaupun ada perubahan jadwal vaksinasi, warga dapat dikabarkan terlebih dahulu melalui ketua RT ataupun RW setempat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam, membantah prosedur pendaftaran vaksinasi dilakukan pada pukul 3 pagi.
“Puskesmas tidak pernah menginfokan atau mengharuskan warga datang ke Puskesmas pukul 3 pagi untuk vaksin,” ujar Hakam. (*)