Karya kartunis asal Rusia, Mikhail Zlatkovsky berjudul “Newspaper Baloon” sebagai juara pertama Kartun Zlat mengangkat isu media massa dan HAM.

Serat.id – Sebanyak 937 kartunis dari 59 negara turut ramaikan festival Hak Azasi Manusia di Kota Semarang. Karya kartun itu ditampilkan dalam pameran yang bertajuk “International Semarang Cartoon Festival 2021 (i-Sekarfest) 16 hingga 19 November 2021.
“Jumlah peserta lomba ini, menunjukkan antusiasme kartunis seluruh dunia dalam meramaikan Festival HAM,” kata ketua Gold Pencil Indonesia, Abdul Arif, Rabu, 17 November 2021.
Festival ini terselenggara atas kerja sama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Komnas HAM RI, International NGO Forum on Indonesian Development atau INFID, Kantor Staf Presiden atau KSP dan Pemerintah Kota Semarang.
Tercatat panitia telah menerima sebanyak 1.904 karya selama penerimaan karya mulai 30 September hingga 31 Oktober 2021. Karya terpilih dipamerkan secara terpisah di Hotel PO lantai 7 dan Hotel MG Setos lantai 16 selama gelaran Festival tersebut.
“Dari data yang kami terima, para dedengkot dan kartunis senior dunia bahkan ikut turun gunung memeriahkan festival ini,” ujar Arif menambahkan.
Lomba tersebut melibatkan juri dari kartunis senior dan pendiri Gold Pencil Indonesia, Jitet Kustana, ketua Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Kota Semarang, Aris Mulyawan dan perwakilan Komnas HAM Fahries Hertansyah Pohan.
“Seleksi tahap pertama berlangsung pada 5-7 November 2021 menghasilkan 200 karya pilihan. Seleksi tahap kedua berlangsung pada 9 November 2021 menghasilkan 75 karya finalis, kemudian dipilih 3 pemenang” kata Arif menjelaskan.
Panitia menetapkan karya kartunis asal Rusia, Mikhail Zlatkovsky berjudul “Newspaper Baloon” sebagai juara pertama Kartun Zlat mengangkat isu media massa dan HAM.
Perwakilan Komnas HAM, Fahries Hertansyah mengatakan karya Mikhail Zlatkovsky menampilkan visual balon udara yang membawa para pengungsi. Seseorang tampak meniup balon udara yang disusun dari lembaran-lembaran surat kabar.
Menurut Fahries, para juri menilai kartun Zlat tersebut sangat kuat dari sisi ide dan visual. “Kartun itu mempunyai ide yang kuat, detail dan goresan gambarnya yang berkarakter,” kata Fahries.
Sedangkan kartun karya Muhammad Nasir asal Indonesia berjudul “Legal Sttlement” yang mengambarkan tentang isu penegakan hukum kasus HAM,meraih juara 2.
“Kartun tersebut menampilkan visual palu peradilan yang digambarkan sebagai siput yang artinya berjalan lamban. Visual tersebut menurut para juri mudah dicerna oleh audiens,” Fahries menambahkan.
Tercatat juara 3 i-Sekarfest 2021 diraih oleh kartunis perempuan asal Iran, Nahid Zamani dengan judul karya “Girl’s Education Right”. Karya Nahid menampilkan visual anak laki-laki dan perempuan. Dalam gambar itu anak laki-laki memiliki banyak pilihan baju profesi, sementara anak perempuan hanya miliki satu pilihan baju yaitu, baju bercadar.
“Isu gender soal profesi ini kuat dan isu HAM-nya masuk. Perlu perlakuan yang sama antara pria dan wanita,” kata Fahries menjelaskan. (*)