Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

Resah Dengan Pelemahaan KPK, Jaringan Sipil Jateng Bentuk Lembaga Antikorupsi

“Kami menganggap perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan kemanusiaan, kami hadir di tengah masyarakat sipil bagian dari gelombang perlawanan terhadap korupsi yang semakin mengurita seiring dengan merosotnya demokrasi di Indonesia,”.

Ilustrasi pencegahan korupsi. (Foto pixabay.com)

Serat.id – Jaringan masyarakat sipil jateng membentuk lembaga antikorupsi Jateng Corruption Watch atau JCW. Kehadiran lembaga itu diakui berawal keresahan para pegiat organisasi sipil yang selama ini merasakan lembaga resmi pemberantas korupsi dilemahkan serta kondisi korupsi yang menjamur di daerah.

“Proses pembentukan Jateng Coruption Watc sebagai keprihatinan kalangan masyarakat sipil bahwa saat ini tak ada lagi lembaga yang konsen memiliki perhatian khusus terhadap korupsi, terutama di Jateng,” kata ketua Badan pengurus Jateng Corruption Watch, Benny Setianto, saat jumpa pers, Kamis 9 Desember 2021.

Benny mengatakan terbentuknya JCW telah dirintis oleh jaringan sipil terdiri LBH Semarang, Pattiro,  Walhi Jateng, AJI Semarang. LRC KJHAM, PBHI Jateng Pelita, dam elSa yang kemudian mengundang personil individu yang dinilai komitmen mau terlibat dalam proses menegakkan budaya anti kroupsi.

Sejulah lembaga dan person itu sejak lama  menyusun AD/ART, kondisi lain ditambah dorongan muncul lagi perkembangan kondisi korupsi semakin memburuk, tak hanya oleh pemerintah tapi dipengaruhi isu lain yang masuk dalam isu korupsi.

“Akhirnya kami bersepakat mendirikan lembaga baru (JCW) yang menjadi wahana teman-teman masyarakat sipil atau pun pihak lain menjadikan rujukan lembaga terkait isu korupsi,” kata Benny menjelaskan.

Benny sendiri didampingi oleh dua orang, yakni Mila Karmila individu akademisi yang banyak berkirah dan konsen isu korupsi. Selain itu Eti Oktaviani, wakil dari LBH Semarang masuk dalam badan pengurus.

Badan pengurus kemudian mengadakan rapat umum anggota melibatkan pihak jaringan sipil dan indidu pemilihan koordinator badan pekerja. “Kami memutuskan memandatkan bung Kahar Muamalsyah wakil unsur dari PBHI Jateng diminta kesediaanya untuk menjadi koordinator badan pekerja  yang fungsinya mengkoordinir. Kahar didampingi Syukron dampingi sekretaris,” kata Benny menambahkan.

Menurut Benny mereka menjalankan program dan mohon masukan banyak pihak termasuk proses rekrutmen jika ada yang mau terlibat di dalam upaya menciptakan antikrorupsi di Jateng.  

Koordinator badan pekerja Jateng Corruption Watch (JCW), Kahar Muamalsyah dalam kesempatan yang sama mengatakan butuh dukungan besar agar perlawanan lewat JCW terhadap korupsi tetap berlanjut dan semakin solid.

“Kami menganggap perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan kemanusiaan, kami hadir di tengah masyarakat sipil bagian dari gelombang perlawanan terhadap korupsi yang semakin mengurita seiring dengan merosotnya demokrasi di Indonesia,” kata Kahar.

Kahar merupakan mantan ketua PBHI Jateng itu mengatakan kondisi saat ini tak memungkinkan JCW hanya sekedar berdiskusi berbicara. “Tapi sudah saatnya melakukan sesuatu.  Termasuk di jateng sebagai salah satu penduduk terpadat dan kemiskinan besar di tengah kebijakan  negara semakin jauh dari nilai demokrasi. Tentu pemantauan dan pengawasan kebijakan publik semakin ditingkatkan,” kata Kahar menegaskan.

Ia mengakui kerja JCW tak ringan, ia minta dukungan publik secara luas. Hadirnya JCW  salah satunya tak hanya sebagai pemantau lembaga pemberantasan korupsi  di Jateng. Ia menjelaskan selama ini mengharap ke KPK, namun yang justru dilemahkan terus oleh kekuasaan.

“sedangkan kondisi masyrakat  sulit mengungkap, ditambah takut mengungkap takut bicara ke publik karena kriminalisasi,” kata Kahar menjelaskan.

Menurut dia, dibentukanya JCW sebagai kewajiban tindakan pemantauan pelaporan setidaknya kepada publik.  Ia menegaskankorupsi bukan hanya kasus yang terungkap tapi membangun mental masyarakat yang dianggap sebagai suatu hal biasa.

“Kami hadir bukan hanya mengungkap, tapi bekerja dan melakukan kampanye, edukasi pada publik. JCW dibentuk untuk menjawab persoalan sistemik dan kondisi saat ini,” katanya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img