Banjir itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sehari sebelumnya, Kamis 3 maret 2022, pukul 18.00 WIB.

Serat.id – Banjir merendam sebanyak 295 unit rumah yang ditinggali 295 keluarga di Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat 4 Maret 2022. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, menyebutkan banjir itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sehari sebelumnya, Kamis 3 maret 2022, pukul 18.00 WIB.
“Laporan visual yang diterima Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), arus banjir mengalir cukup deras dari luapan sungai-sungai kecil yang melintasi permukiman warga,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari laman bnpb.go.id, Sabtu, 5 Maret 2022.
Menurut Muhari, genangan air kemudian memasuki rumah warga dengan ketinggian hingga betis orang dewasa. Sedangkan BPBD Kabupaten Klaten juga mencatat sedikitnya 14 keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, 1 unit pondok pesantren dan 1 unit sekolah dasar terdampak. Selain itu, lahan pertanian seluas 4 hektar juga terendam banjir.
“Sebagai upaya percepatan penanganan banjir tersebut, BPBD Kabupaten Klaten telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat untuk melakukan pendataan serta membantu proses evakuasi warga terdampak,” kata Muhari menjelaskan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Klaten dan sekitarnya hingga Minggu 6 Maret 2022 besok.
Menyikapi prakiraan cuaca itu, BNPB mengimbau pemerintah dan warga tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir susulan. Badan kebencaaan itu juga meminta kepada seluruh unsur pemangku kebijakan di daerah agar segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam rangka pencegahan, mitigasi dan kedaruratan.
“Warga di sepanjang daerah aliran sungai agar benar-benar mewaspadai kenaikan debit air jika hujan intensitas tinggi terjadi lebih dari satu jam,” katanya. (*)