“Peristiwa kebocoran PLTP sudah beberapa kali terjadi, sebelumnya di Puncak Sorik Merapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara”

Serat.id – Insiden kebocoran gas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Geo Dipa, kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah jadi sorotan Komisi VII DPR RI. Kebocoran yang terjadi pada Sabtu 12 maret 2022 lalu itu menewaskan satu orang dan delapan orang lainnya dirawat di rumah sakit.
“Peristiwa kebocoran PLTP sudah beberapa kali terjadi, sebelumnya di Puncak Sorik Merapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kali ini terjadi di Dieng. Kami tentu sangat menyesalkan peristiwa ini kembali terjadi,” kata anggota Komisi VII DPR RI Sartono, Senin 14 Maret 2022 dikutip dari laman www.dpr.go.id
Ia minta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengawasan menyeluruh dan ketat di PLTP agar kebocoran tak terjadi lagi.
Sartono meyakini bahwa sejatinya setiap proyek apalagi PLTP telah memiliki standard operation on procedure atau SOP yang jelas untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. “Termasuk antisipasi terjadinya kecelakaan. Dan jika sekarang hal tersebut terjadi, tentu ada SOP yang dilanggar,” kata Sartono menambahkan.
Ia mendorong jajaran Kementerian ESDM selalu melakukan evaluasi dan pengawasan menyeluruh serta kontinyu atau berkesinambungan ke lapangan. Baik itu pengawasan per bulan, per kwartal atau per semester.
Terkait dengan kebocoran di PLTP Dieng yang menimbulkan korban jiwa, Sartono mengatakan menjadi ranah aparat untuk menyelidiki penyebabnya, sekaligus mencari siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa itu.
“Hal itu sebagai sebuah warning bagi pelaku industri geothermal agar selalu mengutamakan kehati-hatian dalam bekerja, menjalankan SOP dan melakuksn pengwasan secara rutin,” kata Sartono menegaskan.
PT Geo Dipa Persero menyatakan siap bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga panas bumi Dieng unit 1 Jawa Tengah. Perusahaan itu mengakui musibah itu terjadi akibat kebocoran relief valve. Sedangkan pihak kepolisian masih mendalami penyebab kebocoran gas itu. (*)