Dunia digital sosial media harusnya menjadi mitra memanfaatkan untuk pengembangan diri

Serat.id – Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu Irianto mengatakan Indonesia berada pada posisi delapan besar jumlah warga yang belum dapat mengakses internet dengan dominasi untuk mencari informasi, televisi, dan media sosial menjadi sumber informasi paling utama.
“Intensitas penggunaan media sosial lebih tinggi menjadikan kaum milenial lebih intens bermain media sosial. Saat ini, Whatsapp menjadi platform paling dominan yang digunakan, kemudian disusul Facebook dan Youtube,” kata Yohan
Menurut dia, dunia digital sosial media harusnya menjadi mitra memanfaatkan untuk pengembangan diri. “Jangan sampai justru menjadi sesuatu yang kontra produktif,” kata Yohan menambahkan.
Ia menjelaskan, diperlukan memahami dan meningkatkan literasi digital, serta tetap waspada. Termasuk memahami adanya UU ITE. Sebab pemahaman penggunaan social media bukan sekadar ada di gadget.
Diakui berinternet dan bermedia sosial saat ini masih belum kuat sehingga warganet harus pandai memperhatikan konten-konten apa yang akan bagikan. “Dan lebih baik memfilter dahulu informasi tersebut sebelum dibagikan kepada publik,” katanya.
Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan mengakui indeks literasi digital Indonesia disebut masih rendah dengan berada pada angka 3,49 dari skala 5 atau masih dalam kategori sedang belum mencapai tahap yang lebih baik.
“Saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5, yang artinya, masih dalam kategori sedang belum mencapai tahap yang lebih baik,” Samuel.
Hal itu, kata Samuel, perlu ditingkatkan agar publik punya kemampuan litrerasi digital lebh baik. Sedangjkan pesatnya perkembangan teknologi yang semakin berpacu dengan adanya pandemi Covid-19 telah mendorong publik untuk berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan aktivitas di ruang digital. (*)