Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Jatilan, Kesenian Rakyat yang Lahir di Lereng Gunung Merbabu

Akulturasi sumber daya alam gunung Merbabu dengan prillaku masyarakat menjadikan kesenian tumbuh subur di sekitar setempat khususnya di desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Pementasan Jatilan (Dok/dprd.jatengprov.go.id)

Serat.id – Kesenian Jatilan dengan beragam jenisnya seperti  Rampak Buto, Tiji Tibeh, serta Soreng, tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat lereng gunung Merbabu. Kesenian Jatilan itu tumbuh berkembang seiring dengan budaya setempat dan sumber daya alamnya yang dapat dinikmati semua orang.

“Kesenian di lereng Merbabu tumbuh subur karena terbentuk dari kultur masyarakat yang agraris,” kata Umar, pemerhati kesenian dan kebudayaan Kabupaten Magelang dikutip dari laman, dprd.jatengprov.go.id, Jum’at 25 Maret 2022.

Menurut Umar, akulturasi sumber daya alam gunung Merbabu dengan prillaku masyarakat menjadikan kesenian tumbuh subur di sekitar setempat khususnya di desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. “Bermacam bentuk kesenian terkelola baik oleh warga yang tinggal di kaki gunung tersebut,” kata Umar menambahkan.

Ia menyebut jatilan salah satu kesenian di lereng Merbabu tumbuh subur karena terbentuk dari kultur masyarakat yang agraris seperti di Desa Wonolelo yang memiliki lebih dari 40 varian tarian. Ia menjelaskan, masing-masing dusun memiliki satu tarian yang diturunkan secara turun temurun.

“Hal tersebut dikarenakan seni merupakan bagian dari hidup masyarakat Desa Wonolelo dimana pelaku seni dapat memainkan kesenian tersebut dengan hati,” kata Umar menjelaskan.

Ia berharap pelaku seni khususnya di Desa Wonolelo ini mendapatkan perhatian khusus dan dibuatkan wadah agar masyarakat dapat terus melestarikan kesenian tradisional yang ada di Desa Wonolelo.

Tercatat di desa itu terdapat 18 dusun, masing-masing dusun paling tidak memiliki satu tarian tradisional dengan total jumlahnya ada 40 tari tradisional. Suburnya kesenian itu didukung perilaku masyarakat yang menganggap seni itu bagian dari hidup mereka.

“Jadi ketika mereka menampilkan kesenian mereka dapat menampilkannya dengan hati. Di desa Wonolelo ini dengan paling tidak membuatkan sanggar atau wadah agar masyarakat dapat terus melestarikan kesenian tradisional yang ada” katanya.

Salah satu seniman Jatilan, di desa Barjo bahwa pelaku seni masih membutuhkan bantuan agar dapat membenahi alat musik serta pakaian yang mereka gunakan untuk tampil karna sudah usang.

“Gamelan kami sudah usang suara yang dikeluarkan juga tidak semerdu kalau masih baru,” kata barjo.

Selain itu ia menyebut kostum yang kami gunakan juga sudah lama tak diperbarui. Bahkan sudah hampir 10 tahun ini para seniman rata-rata menggenaakan pakaian usang saat pentas. “Semoga kedepannya dapat diperhatikan agar menambah semangat kami dalam melestarikan kesenian ini,” ujar Barjo berharap. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img