
Serat – Budayawan Sujiwo Tejo mengajak mahasiswa terjun bantu masyarakat secara lansgung yang sedang menghadapi masalah. Sujiwo Tejo mengungkapkan mahasiswa dan setiap generasi muda, jika menguasai ilmu kebudayaan secara serius, maka tidak akan bisa digantikan.
“Penting untuk mahasiswa belajar menceburkan diri kepada kolam bernama masyarakat, dan mengaplikasikannya secara langsung untuk memabntu. Sangat sulit bagi mahasiswa jika hanya belajar melalui materi dan teori saja,” kata Sujiwo Tejo saat seminar berbasis hybridyang digelar BEM Institut Teknologi Yogyakarta, Sabtu, 26 maret 2022, pekan lalu.
Sujiwo Tejo berpesan kepada mahasiswa untuk memahami kebudayaan lebih dari sekedar apa yang biasa mereka saksikan di buku. “Misalnya, menganggap budaya itu sekedar seni, lagu, atau tari-tarian,” kata Sujiwo menambahkan.
Menurut Sujiwo budaya adalah hal yang muncul dari pola pikir manusia. Budaya menganalisa apa yang ada di alam, lalu melestarikannya sambil mengembangkan potensi yang ada dalam diri manusia.
Ia menegaskan kebudayaan bukan hanya sebuah seni saja. Namun kebudayaan merupakan suatu hal yang muncul melalui pola pikir manusia. Sedangkan alam bisa terjadi karena sebuah perilaku yang reflek untuk dilakukan.
“Penyeimbangan alam tak bisa berjalan lancar tanpa diikuti oleh proses analisa sekitar terhadap kegunaannya,” kata Sujiwo Tejo menegaskan.
Manfaat ketika menguasai budaya, menurut Sujiwo Tejo akan luar biasa. Mulai dari mengatasi kondisi kepunahan yang terjadi di lingkungan hidup, ketenangan batin, hingga pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan. Termasuk ketika pembangunan memanfaatkan budaya, maka pembangunan akan mampu menyejahterakan semua pihak.
“Penyeimbangan lingkungan alam menjadi salah satu kunci agar kepunahan di sekitar tidak terjadi,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para mahasiswa untuk lebih mendalami kebudayaan mulai dari cara-cara yang sederhana. Salah satunya dengan praktik langsung dan mengikuti alur kehidupan di sekitar.
Rektor ITY Prof. Chafid Fadeli mengatakan tak bisa dipungkiri ilmu yang dimiliki mahasiswa akan semakin maju bila diikuti dengan kemampuan menguasai teknologi. “Akan tetapi, teknologi saja tidak cukup. Lebih hakiki bila mahasiswa juga memiliki integritas bangsa dan juga keilmuan nusantara,” kata Chafid. (*)