Daerah yang selama ini menjadi kantung kemiskinan meliputi kabupaten Klaten sebanyak 13,49 persen, Kabupaten banyumas 13,66 persen, Kabupaten Rembang 15,8 persen dan Kabupaten Banjarnegara 16,23 persen serta kabupaten Purbalingga di angka 16,24 persen.

Serat.id – Data badan pusat statistik atau BPS mneunjukkan jumlah penduduk miskin di Jateng per September 2021 sebesar 3,93 juta orang atau 11,25 persen. Sedangkan PDRB per kapita atau pendapatan rata-rata penduduk Jateng tahun 2021 adalah Rp 38,67 juta per tahun.
“Jumlah itu yang paling kecil di antara 6 Provinsi di Jawa,”kata anggota DPRD Jateng, Rohmat Marzuki, dalam pernyataan resmi, Senin 4 April 2022 siang tadi
Rohmat mengatakan sejumlah kantung kemiskinan itu di antaranya di kabupaten Sragen mencapai 13,83 persen atau setara 122,910 ribu jiwa. “Sragen bersama Klaten menjadi dua kabupaten di eks karesidenan Surakarta yang masuk angka kemiskinan tertinggi di Jateng,” kata Rohmat menambahkan.
Selain daerah itu, daerah yang selama ini menjadi kantung kemiskinan meliputi kabupaten Klaten sebanyak 13,49 persen, Kabupaten banyumas 13,66 persen, Kabupaten Rembang 15,8 persen dan Kabupaten Banjarnegara 16,23 persen serta kabupaten Purbalingga di angka 16,24 persen.
Sedangkan empat daerah lain masing-masing Kabupten Pemalang, Kabupten Brebes, Kabupaten Wonosobo dan Kebumen juga penyumbang angka kemiskinan tertinggi masing-masing 16,56 dan 17,43 serta 17,67 persen dan 17,83 persen
Menurut Rohmat, dukungan usaha mikro kecil menengah atau UMKM dinilai penting sebagai salah satu upaya riil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor itu dinilai jadi salah satu sektor yang mampu mendongkrak perekonomian di Jateng di masa pandemi.
“salah satu kokus kegiatan di eks karesidenan Surakarta, memberikan dukungan pada UMKM di masa pandemi Covid-19. UMKM mesti terus diperkuat, karena jadi salah satu sektor yang berimbas positif bagi pengentasan kemiskinan,” kata Rohmat menjelaskan
Di antara UMKM Jateng yang akan didorong adalah Budidaya Madu Klanceng yang berada di Kabupaten Sragen. UMKM tersebut diharapkan ikut menurunkan angka kemiskinan Sragen yang saat ini masuk dalam 10 besar kabupaten dan kota di Jateng. (*)