Jumat, Agustus 29, 2025
29.4 C
Semarang

Menilik Keberagaman Suku di Desa Nyamuk Pulau Karimunjawa

“Selain Suku Jawa, pulau dengan luas wilayah 139 hektare juga didiami oleh warga dari Suku Bajo, Bugis, Buton, Madura, dan Nias,”

Ilustrasi keberagaman kepercayaan (sumber: pixabay)
Ilustrasi keberagaman kepercayaan (sumber: pixabay)

Serat.id – Keberagaman penduduk Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, terbangun sejak dulu. Warga di pulau itu terdiri dari berbagai suku warga bisa hidup berdampingan dengan rukun sebagai miniatur bangsa yang perlu terus dilestarikan.

“Selain Suku Jawa, pulau dengan luas wilayah 139 hektare juga didiami oleh warga dari Suku Bajo, Bugis, Buton, Madura, dan Nias,” kata  Petinggi Desa Nyamuk, Muazis, dikutip dari laman jatengprov.go.id, Senin 16 Mei 2022

Menurut Muazis, Desa Nyamuk merupakan pemekaran Desa Parang pada 2011. Wilayah itu memiliki 206 kepala keluarga, dengan jumlah penduduk 656 orang jiwa. “Meski mereka terdiri dari berbagai suku, namun hidup berdampingan dan rukun,” kata Muazis menjelaskan.

Warga desa Nyamuk terdiri dari keturunan suku Buton (Sulawesi Tenggara), Toprikan, mengaku senang tinggal di desa itu. Dia juga suka mempelajari tradisi suku Jawa, salah satunya dengan pertunjukan wayang kulit yang digelar pemeirntah.

“Meski kita beda suku, senang bisa melihat kesenian Jawa, khususnya wayang kulit,” kata Toprikan.

Bupati Jepara Dian Kristiandi sebelumnya telah menggelar wayang kulit di desa yang banyak dihuni beragam suku itu. Saat menikmati wayangan, Dian berpesan agar masyarakat desa Naymuk  saling menjaga kebudayaan dan tradisi yang ada, serta tidak saling mengejek kebudayaan satu dan lainnya.

“Saya sangat senang sekali bisa melihat masyarakat yang beragam suku kumpul jadi satu, untuk menyaksikan wayang kulit,” kata Andi, sapaan akrab Dian Kristandi.

Terkait pertunjukan wayang kulit, Andi menyampaikan, selain menjadi tontonan dalam pertunjukan tersebut juga ada tuntunan di dalamnya. Gambaran perilaku masyarakat tersebut, dilakonkan melalui tokoh-tokoh pewayangan.

“Harapan ke depan terus dilakukan pelestarian budaya, pemerintah berupaya maksimal untuk bisa menggelar pertunjukan budaya setiap tahunnya di Pulau Nyamuk,” katanya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img