Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Perginya Guru Bangsa Buya Syafii Maarif  

“Kata-katanya itu sungguh membuat kita tenteram dan teguh dalam mengupayakan kedamaian dan hidup bersama yang rukun,” Pastor Kepala Paroki Kumetiran, Yohanes Dwi Harsanto  atau Romo Santo

Iluustrasi (Sabrina Mutiara /serat.id)

Serat.id – Kabar wafatnya Buya Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat  27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Haedar Nashir.

Kabar duka itu mendapat respon kesedihan tak hanya warga Muhamamdiyah, tempat Syafii pernah memimpin Ormas itu, tapi segenap bangsa Indonesia termasuk Presiden Joko Widodo yang ikut bertakziah ke kediaman mendiang di Yogayakarta

“Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na’im. Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan do’a dari semuanya,” ujar Haedar, dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.

Kabar duka itu muncul saat Haedar berencana bertolak ke Bandung, namun dalam perjalanan Haedar mendapatkan telpon dari Direktur PKU Muhammadiyah Gamping bahwa kondisi Buya Syafii sapaan akrab Ahmad Syafii Maarif itu kritis. Mendengar kabar tersebut, Haedar kembali menuju ke Yogyakarta dan langsung ke RS PKU Muhammadiyah Gamping.

“Sempat sekitar setengah jam menemani beliau sampai beliau dipanggil Allah. Karena itu, kami Muhammadiyah dan bangsa Indonesia tentu saja berduka atas kehilangan bapak bangsa yang melintasi, milik semua orang, tokoh yang humanis, tulus, dan pemikiran-pemikirannya sangat luas wawasan dan melampaui,”  kata Haedar.

Haedar menjelaskan kondisi Buya Syafii bahwa sudah selama hampir sebulan Buya Syafii dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping setelah sebelumnya sempat kembali ke rumah, kemudian masuk ke rumah sakit lagi dua minggu yang lalu.

Buya Syafii dimakamkan di Pemakaman Khusnul Khotimah milik Muhammadiyah di Dusun Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo.

Wafatnya Buya Syafii meninggalkan kenangan bagi bangsa ini, termasuk  Pastor Kepala Paroki Kumetiran, Yohanes Dwi Harsanto  atau Romo Santo menyampaikan duka cita dari umat Katolik. “Saya mewakili bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko mengucapkan berduka pada keluarga Muhammadiyah dan keluarga almarhum atas dipanggilnya almarhum kepada rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kami merasa sangat bersedih dan kehilangan,” kata Romo Santo.

Romo Santo menyebut Buya Syafii seoarang itu pendamai, hatinya damai dan teduh. “Kata-katanya itu sungguh membuat kita tenteram dan teguh dalam mengupayakan kedamaian dan hidup bersama yang rukun,” kata Romo Santo mengenang .

Ia menilai mendiang Buya Syafi’I sebagai sosok yang telah meraih keluhuran spiritual. Hal ini nampak misalnya saat Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog diserang teroris pada tahun 2018.  Kala itu Buya Syafii adalah tokoh pertama yang hadir di lokasi untuk menenangkan umat Katolik.

Saat itu Buya Syafii  datang lebih dulu dari Romo Santo  yang sedang tugas di tempat lain.  Buya bersepeda kayuh  langsung memberi konferensi pers di lokasi. “Kita jangan mau dipecah belah. Dan beliau juga mengungkapkan bahwa kita mesti komunikasi satu sama lain,” kenang Romo Santo.

Di saat terbaring lemah karena sakit dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah, kata Romo Santo Buya Syafi’I juga masih menyempatkan diri untuk mengirimkan ucapan selamat hari raya Natal. Romo Santo pun berpesan agar generasi muda Indonesia melanjutkan cita-cita perdamaian yang diperjuangkan oleh Buya Syafi’I Ma’arif.

“Kita berusaha satu sama lain dan bekerjasama melanjutkan cita-cita Buya Syafi’I Ma’arif, yaitu damai. Yang muda-muda khususnya melanjutkan cita-cita almarhum untuk berkomunikasi satu sama lain untuk membangun perdamaian, peradaban yang lebih baik di Indonesia ini,” katanya.

Ia menjelaskan  Buya Syafii mewariskan tentang perdamaian, keadilan, lantang menyuarakan kebatilan, dan lantang menyuarakan menuju yang benar dan beliau sendiri tidak hanya bersuara tapi konkrit melakukannya dengan badannya. “Dengan tangannya, dengan kakinya, sungguh-sungguh menyambangi para korban, menyambangi orang yang susah, orang yang sedang takut dan beliau menjadi pengayom. Kita lanjutkan cita-cita ini saling mengayomi satu sama lain,” kata Romo Santo

Rasa duka mendalam juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mendengar perginya Buya Syafii sedang berada di Yogyakarta untuk menghadiri acara pelantikan Rektor UGM. Ganjar yang ikut mensholati jenazah Buya Syafii Maarif, saat disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman,  mengatakan sosok mendiang yang ramah.

Ia sangat berkesan terakhir saat menjenguk Buya di rumah sakit pada pertengahan Mei lalu. Saat itu, Buya begitu semangat menyambutnya dan bercerita banyak hal.  “Saat saya masuk, eh Pak Gubernur apa kabar? Maskerku mana, aku mau cerita. Begitu katanya. Sampai terkhir saya terharu juga, Buya minta foto dengan saya. Beliau menyambut saya dengan sangat hangat. Beliau juga selalu memberikan spirit pada kita-kita yang masih muda ini,” kata Ganjar.

Ganjar mengenal Buya Syafii Maarif sejak mahasiswa.  Dulu ia pernah mengundang Buya Syafii mengisi ceramah. “Kemudian saya pernah ke rumah beliau, dengan gaya yang sangat santai sekali. Memang wonge semanak (memang orangnya sangat hangat),” kata Ganjar.

Dua Pesan Buya Syafii Sebelum Wafat

Sebelum meninggal saat kondisi sakit, Buya Syafii sempat menitipkan dua pesan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Haedar Nashir.  

Haedar mengatakan pesan pertama disampaian Buya Syafii mengingatkan agar selalu menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat Islam. “Kedua, tidak seperti biasanya saat kunjungan tersebut Buya Syafii meminta untuk melakukan doa bersama,” kata Haedar

“Saya menyaksikan air matanya berlinang dan itulah percakapan kami yang terakhir. Satu hari sebelum ini itu saya ber-WA, beliau menjawab bahwa saya sudah menerima keadaan ini dan dengan pasrah dan kami percaya dengan tim dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping,” pungkas Haedar.

(*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img