Sabtu, Agustus 30, 2025
27.6 C
Semarang

Pengrajin Tahu Tempe Mogok Produksi Tiga Hari ke Dapan

Harga kedelai sebagai bahan baku utama tahu dan tempe terus naik dari harga sekitar Rp8 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp11.240 per kilogram.

Pegarjin tempe Depok Jabar, saat menggelar aksi mogok produksi mulai Senin, 21 Februari 2022 hingga tiga hari ke depan, (Foto/Ist)

Serat.id – Para pengrajin tahu tempe yang tergabung dalam Paguyuban Dadi Rukun menggelar mogok produksi selama 3 ssejak Senin 21 Februari hingga rabu 23 februrai mendatang. Mereka juga menggelar aksi unjuk rasa dalam bentuk aksi teatrikal.

“Mogok produksi kami lakukan karena para penrajin tahu dan tempe sudah tidak bisa jualan karena harga bahan baku naik tajam,” ujar Ketua Umum Paguyuban Dadi Rukun, Rasjani di sela-sela aksi yang digelar di Depok, Senin 21 Februari 2022 siang tadi.

Dalam aksinya para pengrajin tempe di Depok menumpuk drum dan kerei di lapangan di dekat sentra produksi tempe di wilayah Depok. Drum dan kerei merupakan alat produksi pembuatan tempe. Drum biasa dipakai untuk merebus kedelai. Sementara ‘kerei’ digunakan untuk menyusun tempe.

“Kami sengaja menumpuk drum dan kerei di lapangan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kedelai yang membuat kami tidak bisa produksi,” ujar Rasjani menambahkan.

Para pengrajin tempe ini meminta pemerintah turun tangan untuk mengendalikan harga kacang kedelai impor. Pemerintah tak bisa lagi tutup mata dengan nasib mereka. Mereka juga mendesak importir dan distributor kedelai impor tak seenaknya menaikkan harga.

Aksi unjuk rasa itu diikuti oleh sekitar seratus pengrajin dari berbagai wilayah di Depok dan sekitarnya. Selain menumpuk peralatan produksi, mereka juga membentangkan berbagai spanduk berisi protes atas kenaikan harga kacang kedelai.

Tercatat harga kedelai sebagai bahan baku utama tahu dan tempe terus naik dari harga sekitar Rp8 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp11.240 per kilogram. Kenaikan harga kacang kedelai impor ini semakin menambah tekanan ekonomi bagi para pengrajin yang selama ini sudah kesulitan karena pandemi. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img