Jumat, Agustus 29, 2025
27.6 C
Semarang

Prof Sumanto Al Qurtuby: Medsos Jadi Medium Gerakan Kaum Intoleran

Serat.id– Gerakan inteleransi saat ini tak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga merambah ke media sosial. “Medsospun sekarang banyak diramaikan oleh kaum intoleran sebagai medium gerakan mereka,” kata Prof Sumanto Al Qurtuby di sela-sela kegiatan halal bihalal dan silaturahmi di rumahnya, Pedurungan Semarang, Minggu 30 Juni 2019.

Prof Sumanto Al Qurtuby (kanan). (Yaqin/serat.id)
Prof Sumanto Al Qurtuby (kanan). (M Ainul Yaqin/serat.id)

Pengajar di King Fahd University Arab Saudi itu mengatakan, media online maupun media sosial hari ini menjadi media bagi kelompok Islamis untuk mengkampanyekan gagasan. Menurut Sumanto, mereka menggunakan media untuk propaganda dalam menyebarkan paham-paham Islamis-ekstrimis.

Sumanto menyebut banyak yang memanipulasi informasi di Indonesia. Seperti informasi Israel-Palestina dan Sunni-Syiah yang dimanipulasi untuk jualan di Indonesia. Menurutnya, konflik Palestina-Israel seringkali dibelokkan oleh media Islamis-ekstrimis sebagai konflik agama antara kaum Islam dan Yahudi. Padahal menurut Sumanto konflik tersebut merupakan konflik teritorial.

“Muslim dan Kristen di sana justru berkoalisi untuk melawan tentara Israel,” ujar lelaki .yang akrab disapa Kang Manto itu.

Sumanto berharap masyarakat semakin giat untuk melawan narasi yang berbau provokatif. “Saya nulis di Facebook sebenarnya juga untuk meng-counter narasi-narasi yang mereka sajikan untuk publik. Kita juga harus jeli membaca, mendengar dan memahami media online. Tidak mudah terprovokasi baik secara politis maupun ideologis,” katanya.

Menurut Sumanto, selain Islam, ada beberapa kelompok keagamaan yang mencoba untuk menggencarkan aksi intoleransi. Ia menyebut jumlahnya tak sedikit. “Di Kristen juga ada intoleran yang anti terhadap budaya dan kemajemukan. Hal ini tercermin pada jemaat Gereja Kharismati yang menjadi salah satu hilangnya tradisi budaya lokal di Indonesia”, katanya.

Sumanto mengatakan, kelompok Islam menjadikan Arab Saudi sebagai barometer kiblat Indonesia. Semangat Arabisme itu menurutnya, justru menghilangkan kultur lokal. Kelompok ini pula yang menurutnya seringkali mengatasnamakan bela Islam terhadap publik. Menurut Sumanto gerakan itu bermuatan politis terhadap kepentingan gerakan kelompok itu sendiri.

Sumanto juga menyebutkan kelompok modernis sebagai penyumbang intoleran dan mengikis tradisi lokal. Menurut Sumanto, mereka menganggap modern adalah acuan untuk bertindak dan berperilaku. Sementara hal-hal yang lama sudah dianggap kuno.

“Bedanya kelompok modernis non agama tidak seagresif dan fasis agama” ujarnya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img