
Memberikan ruang ekspresi dan kreatifitas bagi kalangan seniman jalanan
Serat.id – Festival Jatiwayang kembali diadakan pada 3 hingga 25 Agustus 2019 membawa tema tentang persatuan, kebersamaan, dan toleransi. Agenda yang telah digelar kedua kali itu bertajuk “Arus Bukit”.
“Festival itu upaya pemerintah untuk memberikan ruang ekspresi dan kreatifitas bagi kalangan seniman jalanan,” kata Kepala Subdirektorat seni media Kemendikbud, Tubagus Andre, saat ditemui serat.id di sela acara Festival.
Tubagus menyatakan festival Jatiwayang untuk mengakomodir para seniman jalanan yang selama ini mengekspresikan karnya secara seporadis. “Kali ini mereka kami satukan, untuk berkarya bersama dalam festival ini,” kata Tubagus menambahkan
Baca juga : PAPB Jadi Tuan Rumah Festival Kartun Internasional 2019
Lokseumawe Gelar Traditional Culture Festival
Warga Simongan Hadirkan Ketoprak Remaja di Festival Jatiwayang
Ia juga menilai festival ini menjadi cermin persatuan, kebersamaan, dan toleransi saat publik dihadapkan soal isu pertentangan ras, intoleran, atau perpecahan, yang sebenarnya itu tidak terjadi di dalam kalangan seniman.
Salah satu pelaku seni, Ignatius Adi Kristianto menyatakan festival Jatiwayang mampu menambah nilai wisata bagi Kampung Jatiwayang, sekaligus menjadi pemersatu bagi masyarakat yang ia nilai sedang terguncang isu SARA.
“Bermusik dalam nama panggung “Sore Tenggelam” itu juga sempat menyampaikan pesan kedamaian dalam aksi panggungnya,” kata Kristianto.
Dalam festival itu memberikan pesan tidak boleh menyakiti sekelompok atau orang lain, karena kita pun tidak mau diperlakukan tidak baik. Tercatat, dalam festival itu juga diselenggarakan workshop, pameran seni, bazaar buku, juga pertunjukan dari pelaku seni di Kampung Jatiwayang. (*) DIMITRI JANITRA (MAGANG)