Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Survei Elektabilitas Ganjar Tinggi, Pengamat: Belum Bisa Jadi Patokan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri upacara pemakaman almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Senin, 8 Juli 2019. (istimewa)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri upacara pemakaman almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Senin, 8 Juli 2019. (istimewa)

“Belum tentu nanti survei yang akan datang tinggi lagi,”

Serat.id –   Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono mengatakan tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo yang unggul dalam sejumlah survei saat ini bukan menjadi patokan popularitas politik.

Tercatat hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dikeluarkan pada Minggu, 25 Oktober 2020 menunjukkan elektabilitas Ganjar unggul dalam bursa Pilpres 2024. Bahkan mampu mengalahkan Puan Maharani ketua DPR RI.

“Ini belum bisa dijadikan patokan karena waktunya masih panjang. Dinamika masih naik turun,” kata Teguh Yuwono, kepada serat,id, Selasa 3 November 2020.

Baca juga : Ganjar Pranowo Resmikan Galeri Industri Kreatif Semarang

Gubernur Ganjar ancam Pejabat Korup Saat Pandemi

Penolakan Pemakaman Jenazah Positif Covid-19, Ganjar : Melukai Perasaan Keluarga

Menurut Teguh, sejumlah nama kepala daerah yang populer seperti Ganjar Pranowo,Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil diakui  populer karena kesuksesannya memimpin sehingga menjadi catatan tersendiri oleh masyarakat.

“Ini menunjukan masyarakat mulai rasional, memilih presiden karena punya pengalaman yang dianggap baik sebelumnya,” kata Teguh menambahkan.

Meski ia mengatakan dunia politik tidak se-ideal realitas teoritik seperti kecenderungan yang ia sampaikan.  Ia menyebut masih banyak kepentingan di dalam partai politik sebagai pengusung calon, termasuk orang yang kuat di Parpol tersebut.

Ia menjelaskan sekuat apapun elektabilitas Ganjar tidak bisa dilepaskan peran Megawati. “Dan Megawati disini juga ada Puan Maharani, ada anak-anaknya juga yang tentu berpikir strategis tentang hal seperti itu,” kata Teguh menjelaskan.

Ia menilai saat ini yang perlu dilakukan partai membiarkan mereka bekerja dan biar masyarakat yang menilai, hingga pada waktu tertentu siapa pun yang masuk bursa bisa dipertimbangkan.

“Jadi saya kira stok pemimpinya banyak, yang jadi masalah adalah siapa yang mampu merebut hati rakyat. Dan saya kira itu dinamis dan naik turun. Sekarang Ganjar tinggi, belum tentu nanti survei yang akan datang tinggi lagi,” katanya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img