Belum ada instruksi dari Ketua Umun Megawati Soekarnoputri. Di sisi lain itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah ketua umum

Serat.id – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto menilai Ganjar Pranowo terlalu berambisi merebut simpati untuk pemilihan presiden 2024 mendatang. Hal itu diucapkanya saat Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di Panti Marhaen, jalan Brigjend Katamso, Kota Semarang, Sabtu, 22 Mei 2021 kemarin.
Acara itu pun tak mengundang Gubernur Ganjar Pranowo, meski acara tersebut dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, Kepala Daerah di Jateng dari PDI Perjuangan, anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, DPRD Jateng dan 35 kabupaten dan kota di Jateng.
“(Ganjar) Tidak diundang! wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter ojo keminter,” kata Bambang, saat sambutan Sabtu, 22 Mei 2021 kemarin.
Baca juga : Membelot, PDIP Jateng Pecat Lima Kader
Ganjar Pranowo Resmikan Galeri Industri Kreatif Semarang
Konflik Pembangunan Bendungan Bener, Gubernur Ganjar Diminta Turun Tangan
Menurut Bambang, DPD PDI Perjuangan sebenarnya sudah memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik. “Di satu sisi belum ada instruksi dari Ketua Umun Megawati Soekarnoputri. Di sisi lain itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah ketua umum,” kata Bambang menambahkan.
Bambang menganggap elektabilitas Ganjar saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan media sosial saja, hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil. “Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos. Saya dibully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,”kata Bambang menegaskan.
Ia menuding bahwa Ganjar merasa posisinya lebih tinggi dibanding DPD PDI Perjuangan Jateng. Hal tersebut ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di media sosial dan media. Bahkan, lanjutnya, Ganjar sampai rela menjadi host di youtubenya.
“Padahal hal serupa tak dilakukan oleh kader PDI Perjuangan lain yang juga berpotensi untuk nyapres. Kader PDI Perjuangan lain itu bukannya tak bisa melakukan hal yang sama, namun tak berani karena belum mendapatkan perintah ketua umum,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo enggan berkomentar terkait tudingan bahwa dirinya terlalu berambisi di pemilihan presiden 2024 mendatang. Ia juga mengakui tak diundang pada acara Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di Panti Marhaen. “Saya tidak diundang. Jika ada undangan ya sebagai kader saya wajib datang,” kata Ganjar. (*)