Untuk menyambut Idul Fitri 2022 ini, akan hadir lagu perdamaian versi baru yang akan tayang di chanel NRHIT management.

Serat.id – NR Hit yang merupakan para legend qasidah jebolan Nasida Ria generasi pertama kembali menerbitkan album baru. Para anggota NR Hit group yang sering disebut reuni qasidah bibit kawit itu seakan tak mau padam walau mereka usianya sudah tak muda lagi, mereka menyebut Neli2 atau nenek-nenek lincah seperti di awal mereka bergabung di Nasida Ria tahun 1980an.
“Kami sudah mengekuarkan empat album dan untuk menyambut ultah new NR Hit yang ke 8 jatuh tgl 8 agustus 2022 mendatang,” kata Nunung Muchayatun, sang koordinator sekaligus deklarator perdirinya group NR Hit, Minggu 1 Mei 2022.
Tak hanya itu, Nunung mengaku grupnya juga sudah menyiapkan dua album sekaligus untuk volume 5 serta album spesial lagu-lagu lawas. “Untuk menyambut bulan puasa puasa kemarin NR Hit sudah merilis lagu-lagu religi dan lagu-lagu karya sendiri,” kata Nunung menambahkan.
Lagu karya para sang legenda qasidah itu telah ditayangkan distatiun televisi pemerintah sebelum bulan ramadhan. Nunung sekaligus pengarang lagu mengaku, dua karya yang dirilis itu sesuai permintaan penggemar mereka.
Rata-rata lagu-lagu ciptaan Nunung yang diterbitkan lewat NR Hit mengambil sairnya dari pengalam pribadi dan isu kekinian seperti lagu Pandemi, Terpapar dan Korban Perceraian. Setidaknya ada 30 lebih karya yang ia ciptakan dalam kurun waktu delapan tahun saat ia bersama anggota grup NR Hit.
Sedangkan untuk menyambut Idul Fitri 2022 ini, akan hadir lagu perdamaian versi baru yang akan tayang di chanel NRHIT management.
“Lagu-lagu itu bisa dinikmati di 20 chanel music salah satunya di yutub music, spotifi,” kata Nunung menjelaskan.
Para personil group qasidah NR Hit adalah mantan anggota musik qasidah generasi pertama Nasida Ria yang lahir di Kota Semarang era 1980an. Dari mereka publik dan penikmat musik qasidah tak asing dengan lagu lawas berjudul Perdamaian, Kota Santri, Palestinya dan sjeumlah lagu lain.
Sedangkan NR Hit diambil dari inisial lima personil, meiputi “N” Nunung, yang merupakan pelopor grup. Termasuk Nor’ ain, “R” Rinjamain, “H” Hidayah dan “T” Toharoh. Mereka adalah pelaku sejarah pendirinya Nasida Ria.
“Kami bertemu dan mendirikan group reuni qasidah setelah 35 tahun berpisah, dengan niat dakwah siar dakwah lewat sair dan nada,” kata Nunung menjelaskan. (*)