Sabtu, Agustus 30, 2025
30.2 C
Semarang

Liputan Dugaan Plagiat Rektor Unnes Bukan Hoaks

Dugaan Plagiat Rektor Unnes
Ilustrasi Dugaan Plagiat Rektor Unnes

Serat.id- Edisi investigasi dugaan plagiat Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman yang diturunkan Serat pada 30 Juli 2018, dinilai Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang, Triyono Lukmantoro, bukan tergolong hoaks atau berita bohong.

Triyono menilai respon dari Unnes yang melabeli reportase itu sebagai hoaks, terlebih ditampilkan di media sosial, sama sekali tidak tepat. “Bahkan sangat tidak etis. Seharusnya Unnes memberikan respon yang baik. Misalnya, memberikan klarifikasi tentang kasus itu. Berarti dengan begitu, Unnes dan humasnya tidak paham prosedur jurnalisme. Saya sangat menyayangkan hal itu,” kata dia kepada Serat, Jumat, 6 Juli 2018.

Menurut Triyono tidak selayaknya secara akademis kerja jurnalisme yang serius hanya direspon secara emosional dengan label yang merendahkan.

“Liputan Serat sama sekali bukan hoaks. Faktanya ada. Kejadiannya juga jelas. Saksi dan pelaku juga sangat menyolok mata,” ujar dia.

Hoaks, kata dia, hanya layak ditudingkan jika tidak ada fakta sama sekali. Dia menilai, justru Unnes yang seharusnya lebih profesional menanggapi kasus ini secara dewasa, bijak dan profesional.

“Dari sisi kelayakan untuk dijadikan berita, tentu saja, kasus ini lebih dari cukup untuk diliput. Tentu saja, kasus ini berkaitan dengan hak publik untuk tahu,” ungkap dia.

Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman melalui akun media sosial Instagram dan Facebook memajang infografis milik Serat dengan label hoaks pada akun miliknya.

Meski menuding laporan investigasi serat sebagai hoaks, namun Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama, kepada wartawan pada Senin, 2 Juli 2018 menyatakan penyelidikan dugaan plagiat yang menimpa Rektornya perlu proses panjang.

“Hal ini perlu probabilitas sangat tinggi, perlu tim khusus penyeilidikan resmi dan ini bisa lama penyelidikannya,” kata Hendi Pratama.

Ia berjanji akan menyampaikan ke publik hasil temuan yang dilakukan tim penyelidik di kampusnya. “Kami menjanjikan apa jadi permasalahan ini, akan kami sampaikan ke rekan media,” katanya. (ALI)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img