Warga yang positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah

Serat.id-Lurah Lamper Kidul, Marjuki menutup wilayahnya di jalan Durian RT 07 RW 01, Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang. Hal itu dikarenakan sebanyak 11 warga kampung itu terpapar Covid-19 dan satu orang meninggal dunia.
“Kami melakukan lockdown sejak Senin, 28 Juni lalu. Dan warga yang positif melakukan isolasi mandiri di rumah,” kata Marjuki, Rabu, 30 Juni 2021.
Menurutnya penutupan akses masuk di kampung yang berjumlah 77 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa itu untuk mengurangi mobilitas warga supaya penularan Covid-19 tidak semakin menyebar.
“Padahal Mei masih zona hijau, mulai awal Juni malah melonjak terus. Sampai hari ini udah 64 orang, sehingga menjadi klaster keluarga. Sebagian besar orang tanpa gejala (OTG),” ucapnya.
Dia mengaku tengah mempersiapkan tempat isolasi terpusat di tingkat kelurahan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus di wilayahnya.
Baca Juga:
Warga Kota Semarang di Atas 18 Tahun Dapat Vaksinasi, Ini Syaratnya
Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Industri di Jepara diminta Terapkan Prokes Ketat
Sekitar 600 Anak di Daerah Ini Terpapar Covid-19, Pemerintah Diminta Perhatian Khusus
“Kami sendiri sudah mempersiapkan tempat isolasi di tingkat kelurahan apabila jumlahnya meledak. Kami siapkan ruang isolasi ada 10 bed dan ambulans untuk berjaga-jaga,” kata Marjuki.
Pihaknya akan membuka akses jalan jika dirasa wilayahnya sudah cukup aman atau mereda.
“Mudah-mudahan kalau angka turun dari 11 jadi 4 langsung, bisa dibuka lockdown. Tapi menunggu situasi, kesepakatan RT RW ditutup sampai suasana betul-betul mereda,” pungkasnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut hingga hari ini sudah ada lebih dari 7.000 RT di Jateng yang berstatus zona merah. Sebelumnya ada sebanyak 5.757 RT yang tercatat dengan kategori zona merah.
“Kalau kemarin ada 5.700 RT yang masuk zona merah, hari ini sudah 7.000 lebih. Maka saya minta harus lockdown. Harus sekarang, kalau kemarin nggak, maka sekarang harus,” kata Ganjar.
Pihaknya mmenegaskan dengan penerapan lockdown tingkat RT, maka penanganan kasus Covid-19 di Jateng bisa dikendalikan.
“Maka saya akan kirimkan instruksi khusus. Kalau kemarin kan hanya surat edaran, rasanya kalau hanya surat edaran kurang maksimal. Maka sekarang saya keluarkan perintah, instruksi. Mudah-mudahan nanti malam instruksinya sudah jadi dan langsung saya bagikan,” kata Ganjar menegaskan.