“Selama ini kami hanya pakai kapal kayu biasa seperti ini. Kalau ombaknya tinggi itu bahaya”

Serat.id – Daerah kepulauan Karimunjawa tak memiliki fasilitas penujang medis seperti ultrasonografi atau USG dan ambulans laut. Keberadaan alat itu dibutuhkan untuk memenuhi layanan ibu hamil dan pasien sakit lain.
“Di sini tidak ada alat USG. Kepada Pak Ganjar, minta secepatnya dikasih,” kata Suyatimah, seorang ibu hamil warga Karimunjawa, saat dialog dengan gubernur gnjar pranowo, di Puskesmas Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jumat 10 september 2021 kemarin.
Suyatimah mengaku selama ini untuk melakukan USG, warga Karimunjawa yang hamil harus menyeberang ke Jepara. Proses itu memerlukan biaya mahal minimal Rp 1 juta.
“USG harus ke Jepara, habisnya Rp1 juta satu keluarga karena harus menginap di sana,” kata Suyatimah, dikutip dari jatengprov.go.id
Padahal, menurut dia, ibu hamil diwajibkan minimal satu kali USG selama masa kehamilan. Pemeriksaan itu untuk mengetahui secara pasti kondisi bayi yang dikandungnya.
“Satu kali USG, itu wajib. Biasanya di usia kehamilan tujuh bulan,” kata Suyatimah menjelaskan.
Sementara itu bidan desa Pulau Parang Karimunjawa, Susniwati, mengatakan daerahnya tak punya ambulans laut untuk mengantarkan ibu hamil dan pasien emergency ke Puskesmas Karimunjawa atau rumah sakit di Jepara.
“Kami butuh bantuan pak, ambulans laut untuk mengantarkan ibu hamil atau pasien emergency. Soalnya selama ini, kami hanya pakai kapal kayu biasa seperti ini. Kalau ombaknya tinggi itu bahaya pak,” kata Susniati.
Susniwati mengatakan tak adanya ambulans laut membuat warga kesulitan saat ingin memeriksakan kesehatan. Apalagi saat kondisi darurat misalnya ibu hamil dengan pendarahan atau risiko tinggi, sangat berbahaya mengarungi laut dengan kapal nelayan.
“Selama ini pakai kapal biasa, kapal nelayan. Bisa tiga jam untuk ke Karimunjawa, bahkan bisa lebih. Risikonya tinggi, apalagi saat ombak besar. Kalau ada ambulans laut bisa mempercepat, apalagi kan tentu di dalamnya ada peralatan pertolongannya,” kata Susniati menjelaskan.
Ia mengaku sering menangani ibu hamil dengan kondisi darurat. Untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan,maka ia merekomendasikan setiap ibu hamil dengan risiko tinggi dikirim ke Jepara sebelum usia kehamilan sembilan bulan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan perlunya membuat skala prioritas, terutama di area yang membutuhkan fasilitas khusus sperti di pulau Karimunjawa .
“Sekali lagi area yang butuh fasilitaa khusus karena jarak, maka kita buat skala prioritas. Kalau kandungan rata-rata tujuh bulan harus USG, maka rasanya penting kita untuk mengadakan USG di Karimunjawa agar tidak perlu ke Jepara,” kata Ganjar.
Ia juga sepakat dengan usulan adanya ambulans laut yang dinilai penting untuk penanganan kondisi darurat. Kebutuhan penunjang medis itu segera memenuhi tak hanya mengandalkan anggaran negara, namun mengupayakan ambulans laut dari bantuan CSR perusahaan atau sumber lainnya. (*)