Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

ILO Prediksi Defisit Jam Kerja Global Akibat Pandemi

Laporan ILO terkait Tren Ketenagakerjaan dan Sosial 2022 memperingatkan pemulihan yang lambat dan tidak pasti karena pandemi terus berdampak signifikan pada pasar tenaga kerja global.

Pekerja
Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO memproyeksikan defisit  jam kerja secara global setara dengan 52 juta pekerjaan penuh waktu, dibandingkan  dengan kuartal keempat tahun 2019. Prakiraan setahun penuh sebelumnya pada Mei 2021 memproyeksikan defisit sebesar 26 juta pekerjaan penuh waktu.

“Dua tahun dalam krisis ini, prospeknya tetap rapuh dan jalan menuju pemulihan akan lambat dan tidak pasti,” kata Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder, dalam pernyataan resmi, Senin, 17 Januari 2022.

Menurut Ryder, dampak krisis yang tidak proporsional terhadap pekerjaan perempuan diperkirakan akan berlangsung di tahun-tahun mendatang. Sedangkan penutupan lembaga pendidikan dan pelatihan akan memiliki implikasi jangka panjang yang berjenjang bagi kaum muda, terutama mereka yang tidak memiliki akses internet.

“Kita sudah melihat potensi kerusakan pasar tenaga kerja yang berkepanjangan, bersama dengan peningkatan kemiskinan dan ketimpangan. Banyak pekerja diharuskan beralih ke jenis pekerjaan baru – misalnya sebagai tanggapan terhadap terjerembabnya secara berlarut-larut bisnis perjalanan dan pariwisata internasional,” ujar Ryder menambahkan.

Ia menyebutkan tak adanya pemulihan nyata dari pandemi Covid-19 menimbulkan tak adanya adanya pemulihan pasar tenaga kerja berbasis luas.

Menurut  Laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial (World Employment and Social Outlook/WESO) ILO 2022 proyeksi terbaru lebih baik dari situasi pada 2021, namun tetap saja hampir dua persen di bawah jumlah jam kerja global sebelum pandemi.

Pengangguran global diperkirakan akan tetap berada di atas tingkat sebelum Covid-19 hingga setidaknya tahun 2023. Tingkat tahun 2022 diperkirakan mencapai 207 juta,  dibandingkan dengan 186 juta pada 2019.

Laporan ILO juga memperingatkan bahwa  dampak keseluruhan terhadap lapangan kerja secara signifikan lebih besar dibandingkan yang terwakili dalam angka-angka ini karena banyak orang telah  meninggalkan angkatan kerja. Pada 2022, tingkat partisipasi angkatan kerja global diproyeksikan tetap verada pada 1,2 poin persentase di bawah 2019.

Penurunan peringkat pada perkiraan 2022 ini mencerminkan, pada titik tertentu, dampak varian COVID-19 baru-baru ini, seperti Delta dan Omicron, terhadap dunia  kerja serta ketidakpastian yang signifikan mengenai arah pandemi di masa depan.

Laporan Tren WESO memperingatkan perbedaan mencolok pada dampak krisis di  seluruh kelompok pekerja dan negara. Perbedaan-perbedaan ini memperdalam  ketimpangan di dalam dan di antara negara-negara dan melemahkan tatanan  ekonomi, keuangan dan sosial hampir setiap negara, terlepas dari status  pembangunannya. Kerusakan ini mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun  untuk dapat diperbaiki dengan potensi konsekuensi jangka panjang pada partisipasi  angkatan kerja, pendapatan rumah tangga, dan kohesi sosial serta – mungkin – politik.

Efeknya dirasakan di pasar tenaga kerja di semua wilayah di dunia, kendati teramati  adanya arah perbedaan besar pada pola pemulihan. Wilayah Eropa dan Amerika Utara  menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang paling menggembirakan, sementara Asia  Tenggara dan Amerika Latin dan Karibia memiliki prospek paling negatif. Di tingkat nasional, pemulihan pasar tenaga kerja paling kuat terjadi di negara-negara  berpenghasilan tinggi, sementara ekonomi berpenghasilan menengah ke bawah bernasib paling buruk. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img