
Agar proyek normalisasi banjir kanal timur (BKT) segera dilanjutkan
Serat.id – Kurang lebih 95 bangunan kios pedagang kaki lima di Jalan Barito Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, akhirnya di bongkar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, pada Selasa 27 Agustus siang tadi.
Pembongkaran menggunakan dua alat berat exavator untuk merobohkan bangunan kios di jalan Bugangan sebanyak 36 unit, dan di Jalan Rejosari sebanyak 59 unit. Kebanyakan kios yang dibongkar pelaku usaha bubut mesin, las, pengusaha rosok, dan penjual perkakas rumah tangga.
“Sudah kami kasih batas waktu sampai 27 Agustus untuk pindah di Pasar MAJT. Karena mereka mengulur waktu maka kami robohkan paksa,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarangan, Fajar Purwoto.
Berita terkait : Normalisasi KBT, Komnas HAM : Masyarakat tidak boleh dikurangi haknya
LBH Semarang Sayangkan Penggusuran Warga Tambakrejo
Komnas HAM Temui Warga Tambakrejo Semarang
Beberapa petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perdagangan Kota Semarang, dan Polrestabes Semarang berjaga di sekitar lokasi. Tak ada gesekan sosial yang terjadi, justru petugas membantu para pedagang mengeluarkan beberapa barang dan perabotan untuk dipindahkan.
Menurut Fajar, pembongkaran itu sesuai kesepakatan, sehingga proyek normalisasi banjir kanal timur (BKT) segera dilanjutkan dan diselesaikan. “Kalau beralasan terus maka mundur lagi, maka kami paksa,” kata Fajar menambahkan.
Fajar mengaku tak merobohkan total bangunan, hanya beberapa bagian saja seperti tembok dan atas seng. Bagian lainnya, pintu, rolling door, jendela, dan kaca tidak ikut dibongkar. Pertimbanganya
pintu dan rolling door bisa digunakan kembali saat pindahan di MAJT bagi pedagang.
Sedangkan bangunan yang masih tersisa akan kembali dibongkar dengan target akhir Agustus ini. Alasannya, para pedagang untuk bisa segera memindahkan barang-barang yang ada di reruntuhan bangunan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman, mengatakan lapak relokasi pelaku usaha di Barito dipindah ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sadman menyebutkan terdapat 107 lapak dilengkapi dengan infrastruktur jalan, listrik dan saluran.
“Lapak kami sediakan, ada 107 lapak dengan ukuran 4 kali 5 meter. Listrik sudah kami pasang, kata Sadman. (*) ODY