Jumat, Agustus 29, 2025
27.1 C
Semarang

Kritik Kemerdekaan Dari Panggung Rakyat

Panggung rakyat
Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 bertema “Merdeka 100 Persen Dari Pandemi Dan Tirani” digelar Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Aninda Putri/ Serat.id

 Aksi panggung juga diisi oleh para musisi yang menyuarakan nasib masyarakat kecil yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa.

Serat.id – Remang lampu kuning di bawah pohon beringin mengiringi acara Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 dengan tema “Merdeka 100 Persen Dari Pandemi Dan Tirani” yang digelar oleh Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM). Gerakan yang digagas oleh aliansi antara mahasiswa dan buruh serta seniman di Kota Semarang itu sengaja menggelar panggung rakyat untuk merayakan hari kemerdekaan sebagai rangakain dari aksi penolakan Omnibus Law.

Perayaan lewat panggung sederhana dibuka dengan pembacaan puisi berjudulkan ” Istriku Seorang Demonstran,” yang dibacakan oleh sastrawan Aditya. Tak hanya pembacaan puisi, aksi panggung juga diisi oleh para musisi yang menyuarakan nasib masyarakat kecil yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa. Termasuk menyidir Omnibus Law yang hanya berpihak kepada para penguasa dan investor dan penanganan Covid-19 yang tidak transparan.

Baca juga : Mereka Yang Menggelar Peringatan Kemerdekaan di Atas Reruntuhan

Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Peringati Kemerdekaan Dengan Keprihatinan

Warga Kampung Ringin Telu Gelar Upacara di Sungai Bekas Presiden Soeharto Sembunyi

Selain itu seorang Perupa asal Kota Semarang, Hartono ikut meramaikan dengan karyanya bertema kekayaan alam Nusantara yang ditampilkan di tengah panggung rakyat. Lukisan itu menggambarkan kritik kepada pemerintah lewat karyanya yang menggambarkan Burung garuda, Sawah dan para petani.

Dalam goresan karyanya Hartono bercerita Nusantara sebagai negara agraris dengan bentang alam yang kaya hasil bumi seperti padi. Namun ia merasa miris dengan mulai hilangnya lahan sawah.

“Lihat saja sawah sekarang mulai hilang, lewat gambar ini saya ingin menuangkan apa yang dipikiran sekaligus menjadi kritik,” kata Hartono.

Ia mengaku senang bisa terlibat dalam acara yang digelar oleh kelompok masyarakat yang menyuarakan kegelisahan ditengah pandemi dan ketidakpastian regulasi pemerintah. ” Kegiatan ini sangat positif sekali kita para seniman dapat ikut bersuara melalui karya seni,” kata Hartono menjelaskan.

Panggung rakyat juga menampilkan seorang mahasiswa bernama Aziz yang menyanyikan lagu bertema suara dan hak rakyat. Dalam lagunya Azis mengkritik pemerintah lantaran masifnya pembangunan industri yang berimbas merusak lingkungan.

“Lihat sekarang pohon menghilang, pabrik-pabrik bermunculan lingkungan menjadi rusak,” teriak Aziz yang berharap agar pemangku kekuasaan lebih memperhatikan rakyat kecil seperti buruh tani dan nelayan yang semakin kehilangan mata pencaharian mereka.

” Selain buruh pabrik yang harus menanggung beban, nelayan dan tani juga terpaksa kehilangan ruang hidup mereka,” kata Aziz menegaskan. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img