Sabtu, Agustus 30, 2025
27.5 C
Semarang

Terjangan Ombak Robohkan Belasan Rumah di Kampung Tambak Lorok

Sutrimo saat menunjukan rumahnya yang rusak (Praditya Wibby / Serat.id)

Dari 13 rumah tersebut ada sembilan rumah yang rusak parah.

Serat.id – Sebanyak 13 rumah di kampung nelayan RT 01 RW 15 kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, roboh terhantam ombak setinggi empat meter pada Minggu, 6 Desember 2020 dini hari. Masuknya air laut itu dikarenakan tanggul penahan ombak rusak akibat cuaca buruk.

“Dari 13 rumah tersebut ada sembilan rumah yang rusak parah. Termasuk rumah saya juga ambrol,” kata ketua RT 01 kampung Tambaklorok, Sutrimo saat ditemui Serat.id Selasa, 8 Desember 2020.

Baca juga : Waspada, Tahun 2045 Kota Semarang diprediksi Tenggelam

Warga Tambakrejo Terima Dana Kompensasi Rp 1,5 Juta

Tanam Mangrove, Kampung Penghasil Ikan Ini Kembangkan Ekonomi Berbasis Lingkungan

Rumah Sutrimo berada sekitar 20 meter dari tanggul pantai yang jebol dihantam ombak. Tanggul tersebut sepanjang 300 meter, dan yang rusak sepanjang 200 meter. Bagian belakang rumahnya terlihat berlubang, lantai dapur ambles serta beberapa pilar dari belakang sampai ruang tamu retak dan ada yang patah.

Sutrimo mengaku berusaha menahan pintu belakang saat ombak menerjang rumahnya, namun usahanya tak berhasil karena air laut tetap masuk lewat atap yang sudah ambruk.

“Waktu itu saya belum tidur, melihat ada sedikit ada air laut yang masuk rumah, lalu pintu belakang saya tahan, tapi gak tau kalau lantai yang saya injak malah ambrol tergerus ombak,” kata Sutrimo.

Menurut dia selama 24 tahun tinggal di kampung Tambaklorok, baru kali ini terjangan ombak paling parah, meski sebelumnya ombak sering menimpa kampungnya. Kerusakan rumah akibat terjangan ombak membuat sebagian warga numpang di rumah warga lain yang rumahnya lebih tinggi.

Ia berharap kejadian ini tidak berlangsung lama agar semua warga tenang di tempat tinggal dan bisa kembali mencari ikan di laut. “Ya saya minta doanya saja agar ini tidak lama-lama. Kasihan anak-anak juga karena mereka terganggu saat belajar,” katanya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img