Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Alasan Kampus Ini Tak Buru-Buru Gelar Kuliah Tatap Muka

Kampus Lain Gelar TBK menggunakan protokol kesehatan Ketat

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Universitas Diponegoro menyatakan tak mau terburu-buru menggelar uji coba Perkuliahan Tatap Muka (PTM). kampus itu mengacu pada beberapa pertimbangan penting.

‘’Di antara yang menjadi pertimbangan kita adalah, staf kita sampai minggu kemarin itu masih ada yang positif Covid-19, juga dua minggu yang lalu, ada yang meninggal dunia, seperti almarhum Prof Miyasto (Guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis-Red) karena Covid-19,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof Budi Setiyono, Senin, 12 April 2021

Budi mengatakan untuk meminimalisir risiko dari PTM, Undip akan memastikan semua dosen dan tenaga kependidikan telah menerima vaksinasi. Tak hanya itu, Budi juga  menyarankan agar mahasiswa yang mau mengikuti perkuliahan secara tatap muka juga  dipastikan sudah divaksin.

Baca juga : Mengintip Pola Pembelajaran saat Pandemi dari Negeri Paman Sam

Ini Alasan Mahasiswa Unnes Minta Uang Kuliah Tunggal dikembalikan

Dikeluhkan Biaya Kuliah Mahal, Ini Klarifikasi Undip

 Menurut Budi, Undip kemungkinan akan mengelar kuliah tatap muka bentuk penerapan model pola pembejaran sistem ganjil genap. Sistem tersebut akan mengurangi kepadatan dan kerumuman dalam proses kuliah tatap muka, sebab memakai nomor induk mahasiswa yang dimilki,

“Misalnya saat nomor genap PTM maka yang genap bisa mengikutinya secara online. Begitu pula sebaliknya,” ujar Budi menambahkan.

Meski begitu ia mengatakan ada kemungkinan pelaksanaan kuliah tatap muka dapat digelar Undip pada Juli mendatang. Namun sambil menunggu detail petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu Undip akan mengkaji Uang Kuliah Tunggal (UKT) terkait pelaksanaan perkuliahan saat ini. Kebijakan UKT akan dibuat dengan mempertimbangkan masukan dari mahasiswa.

Kampus Lain Gelar TBK menggunakan protokol kesehatan Ketat

Sementara itu Pelakasanan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)- Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Semarang (Unnes)  menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Tercatat sebanyak tiga gedung dengan 23 ruangan digunakan untuk UTBK-SBMPTN.

Setiap ruangan serta kelengkapan ujian yang digunakan di Unnes telah disterilisasi terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Peserta UTBK-SBMPTN di UNNES ada 11.718 peserta, dengan rincian peserta Saintek sebanyak 4.089, Soshum 6.837, dan campuran 792 peserta,” ujar  Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Semarang, Prof Dr Zaenuri.

Zainuri menjamin ruangan tes telah memiliki sirkulasi udara yang baik dan dalam antren para peserta menjaga jarak satu meter. Unnes turut juga menyediakan kursi tunggu berjarak, serta jalur masuk dan keluar ruang tes yang berbeda. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img