Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Ini Pertimbangan Undip Tak Gelar Kuliah Tatap Muka

Salah satunya kuliah tatap muka justru berimbas pada beban mengajar dosen yang akan bertambah tiga kali lipat.

Rektor Undip,Prof Yos Johan saat membuka upacara penerimaan mahasiswa baru, di Stadion Undip, Kampus Undip, Tembalang.

Serat.id – Universitas Diponegoro (Undip) memutuskan tak mengelar kuliah tatap muka atau luring pada semester gasal Tahun Akademik (TA) 2021/2022 yang akan dimulai Juli. Pertimbangan utamanya kondisi pandemi Covid-19  yang masih mengancam.

“Kami melakukan kajian matang terlebih dahulu dan ikhtiar. Untuk semester depan Undip masih belum melakukan perkuliahan secara luring,” ujar Rektor Undip, Yos Johan Utama, Senin 31 Mei 2021, kemarin.

Baca juga : Wisuda di Undip, Mahasiswa Diwakili Robot

Pengawet Sayuran Karya Dosen Undip Ini Mulai Diproduksi Industri

Sejarawan Undip Sebut Jawa Berperan dalam Perniagaan Rempah

Yos menyebut pertimbangan tak menggelar tatap muka karena kondisi mahasiswa yang tinggal di kos rentan untuk tertular virus Covid-19, seperti kondisi kamar kos yang bisa terisi tiga mahasiswa maupun aktivitas mahasiswa ketika makan bersama. Terlebih, jumlah mahasiwa Undip saat ini berkisar 55 ribu orang.

Selain itu, kuliah tatap muka justru berimbas pada beban mengajar dosen yang akan bertambah tiga kali lipat. Pasalnya, pada masa pandemi untuk dapat menggelar tatap muka dalam setiap kelas diadakan pembatasan jumlah mahasiwa, sehingga yg semula mahasiswa terbagi dalam satu kelas kemudian harus terbagi jadi tiga bagian. 

‘’Saya khawatir, bukan apa-apa kena Covid, tetapi karena kelelahan beliau para dosen juga bisa terjangkit atau terpapar Covid-19,” ujar Yos menjelaskan.

Yos menyebut Undip juga sedang menyiapkan program pembelajaran dengan metode asinkron daring atau metode yang memungkinkan peserta program melakukan pembelajaran selain di waktu yang sudah ditetapkan.

Dalam rangka menjalankan metode tersebut, berbagai sarana telah disiapkan seperti website, email, forum komunitas dan sarana teknlogi informasi lainnya. “Metode ini bertujuan menjaga kualitas pendidikan yang diselenggarakan.’’ katanya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img