Salah satunya kuliah tatap muka justru berimbas pada beban mengajar dosen yang akan bertambah tiga kali lipat.

Serat.id – Universitas Diponegoro (Undip) memutuskan tak mengelar kuliah tatap muka atau luring pada semester gasal Tahun Akademik (TA) 2021/2022 yang akan dimulai Juli. Pertimbangan utamanya kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengancam.
“Kami melakukan kajian matang terlebih dahulu dan ikhtiar. Untuk semester depan Undip masih belum melakukan perkuliahan secara luring,” ujar Rektor Undip, Yos Johan Utama, Senin 31 Mei 2021, kemarin.
Baca juga : Wisuda di Undip, Mahasiswa Diwakili Robot
Pengawet Sayuran Karya Dosen Undip Ini Mulai Diproduksi Industri
Sejarawan Undip Sebut Jawa Berperan dalam Perniagaan Rempah
Yos menyebut pertimbangan tak menggelar tatap muka karena kondisi mahasiswa yang tinggal di kos rentan untuk tertular virus Covid-19, seperti kondisi kamar kos yang bisa terisi tiga mahasiswa maupun aktivitas mahasiswa ketika makan bersama. Terlebih, jumlah mahasiwa Undip saat ini berkisar 55 ribu orang.
Selain itu, kuliah tatap muka justru berimbas pada beban mengajar dosen yang akan bertambah tiga kali lipat. Pasalnya, pada masa pandemi untuk dapat menggelar tatap muka dalam setiap kelas diadakan pembatasan jumlah mahasiwa, sehingga yg semula mahasiswa terbagi dalam satu kelas kemudian harus terbagi jadi tiga bagian.
‘’Saya khawatir, bukan apa-apa kena Covid, tetapi karena kelelahan beliau para dosen juga bisa terjangkit atau terpapar Covid-19,” ujar Yos menjelaskan.
Yos menyebut Undip juga sedang menyiapkan program pembelajaran dengan metode asinkron daring atau metode yang memungkinkan peserta program melakukan pembelajaran selain di waktu yang sudah ditetapkan.
Dalam rangka menjalankan metode tersebut, berbagai sarana telah disiapkan seperti website, email, forum komunitas dan sarana teknlogi informasi lainnya. “Metode ini bertujuan menjaga kualitas pendidikan yang diselenggarakan.’’ katanya. (*)