Jumat, Agustus 29, 2025
27.1 C
Semarang

Cara Sejumlah Daerah Menarik Minat Warga Agar Mau Divaksin

Dilakukan di lokasi wisata dan jemput bola di pabrik untuk pekerja

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Sejumlah daerah mengenjot vaksinasi dengan beragam cara untuk menarik minat warganya. Salah satunya Pemerintah Kota Magelang yang kembali menggelar vaksinasi Covid-19 massal bagi dengan tema “Wisata Vaksin”, di Objek Wisata Taman Kyai Langgeng, Minggu 22 agustus 2021 kemarin.

“Kami sudah gelar (vaksinasi massal) pertama di sini (di Taman Kyai Langgeng). Sekarang kedua, dan mungkin nanti ketiga juga dilaksanakan di sini, sampai tercapai 100 persen warga Kota Magelang tervaksin,” kata Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz.

Menurut Aziz, vaksinasi massal akan digelar sampai seluruh warga Kota Magelang hingga 100 persen. Sedangkan saat ini, capaian vaksinasi sudah lebih dari 40 persen. Sedangkan seminggu sekali Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang mengevaluasi penanganan Covid-19, termasuk vaksinasi massal ini. Secara umum, data Covid-19 di wilayah ini sudah sesuai dengan data yang tercatat di Satgas Covid-19 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Pusat.

“Rencana vaksinasi massal terus kita lakukan, seminggu sekali kita evaluasi. Kita mencari pola bagaimana agar masyarakat tertarik divaksin. Seperti sekarang, kita adakan di Taman Kyai Langgeng, dan kita jemput pakai minibus milik Pemkot Magelang,” kata Aziz menambahkan.

Ia mengakui  pemahaman masyarakat tentang vaksin masih berbeda-beda menjadi kendala tersendiri dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Namun hal itu tak mematahkans semangat karena dibantu pihak terkait  mengedukasi masyarakat tentang vaksin, seperti Polres Magelang Kota dan Kodim 0705/Magelang. Dua instansi ini juga membantu Dinas Kesehatan dalam penyediaan vaksin di Kota Magelang.

Tercatat vaksinasi Covid-19 massal di Kota Magelang kali ini menggunakan vaksin Sinovac dan Moderna. Untuk vaksin Moderna, disediakan obat penurun demam (paracetamol) untuk penerima, karena efek samping yang berbeda dari Sinovac.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar vaksinasi untuk para pekerja dengan cara jemput bola dilakukan di pabrik. Tercatat pada Senin 23 Agustus siang tadi vaksinasi bagi karyawan PT BATI digelar di Puskesmas Masaran 1 dan karyawan PT DMST 2 di Puskesmas Masaran 2.

Sasaran vaksin sebanyak 294 dosis pada masing-masing Puskesmas dengan jenis vaksin moderna untuk tahap pertama.  Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang memantau vaksinasi memberikan motivasi serta mengingatkan pentingnya vaksin di masa pandemi.

“Kalau kita divaksin, itu akan terlindungi. Divaksin berarti membentuk kekebalan tubuh. Kalau kita bisa divaksin sesuai dengan jadwalnya, tentu kita akan terlindungi,” kata Yuni.

Yuni mengatakan, berdasarkan data dari BPOM, efikasi vaksin jenis moderna ini sebesar 94,1 persen. Karena efikasinya yang tinggi tersebut, maka efeknya pun juga tinggi. Gejala paling ringan adalah rasa pegal dan paling berat dapat berupa pusing, lemas, hingga demam yang dapat dirasakan selama dua hari.

“Karena kemanjurannya tinggi, dampaknya juga besar. Efeknya akan dialami sekitar 9-12 jam setelah disuntik, tergantung kondisi masing-masing. Agar kita tidak panik, maka harus minum obat. Tapi kalau tidak ada gejala, tidak diminum gak papa, kalau ada gejala baru diminum obatnya,” kata Yuni menjelaskan.

Ia juga mengingatkan karyawan yang divaksin tidak panik dan tenang apabila merasakan efek vaksin tersebut karena itu adalah hal yang wajar. Ia meminta pimpinan kedua PT tersebut untuk memberikan libur kepada para karyawan yang divaksin agar dapat digunakan untuk beristirahat. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img