Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

Hari Pahlawan, Petani Pegunungan Kendeng Kenang Perjuangan Yu Patmi

Patmi merupakan salah satu petani Kendeng yang meninggal saat memperjuangkan penolakan pembangunan pabrik semen yang hendak menambang di kampungnya.

JMppk
Petani pegunungan Kendeng memperingati Hari Pahlawan dengan cara menenam di bukit Alang-alang Desa Kedungmulya, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. (JM-PPK/Dok)

Serat.id – Petani pegunungan Kendeng yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) memperingati Hari Pahlawan dengan mengenang Yu Patmi, salah satu petani Kendeng yang meninggal saat memperjuangkan penolakan pembangunan pabrik semen yang hendak menambang di kampungnya.

Mengenang Yu Patmi itu dilakukan dengan menanam dan berdoa yang dilakukkan di  tujuh daerah, mulai Kabupaten Pati, Grobogan, Blora, Rembang, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

“Peringatan hari pahlawan itu dilakukan untuk mengingatkan publik, terutama para pemimpin negeri di daerah maupun pusat gerakan petani  seperti almarhum Yu Patmi akan terus bergelora hendak mengadili perusak lingkungan,” kata Gunretno, warga pegunungan kendeng yang juga pegiat JM – PPK, rabu 10 November 2021 siang tadi.

Peringatan itu juga dilakukan dengan Brokohan sebagai tanda ucapan syukur kepada Gusti Allah yang telah mengaruniakan alam lingkungan yang mereka sebut sebagai Ibu Bumi yang memberikan limpahan berkah.

“Terus menanam sumber pangan, terus menghijaukan lahan gundul agar sumber air tetap terjaga, lestari serta terus menentang perusakan kawasan karst Pegunungan Kendeng,” kata Gunretno menambahkan.

Gunretno mengatakan para petani pengunungan Kendeng menyayangkan pengrusakan alam di lingkungan mereka yang terus dikeruk sebagai bahan baku semen. Padahal sesuai dengan hasil KLHS pegunungan Kendeng yang merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo, merekomendasikan untuk melindungi kawasan karst Kendeng, CAT Watuputih dan sekitarnya.

Pengrusakan alam  pegunungan Kendeng itu dinilai tak sesuai dengan sikap para pahlawan yang sebelum kemerdekaan berjuang dan memberikan nyawanya agar bangsa Indonesia merdeka lepas dari perbudakkan bangsa asing.

“Tetapi sayang sekali, pengorbanan mereka dicederai oleh bangsanya sendiri dengan menindas saudaranya sebangsa dan setanah air melalui kebijakkan yang tidak ramah pada lingkungan yang berujung pada krisis iklim,” kata Gunretno menjelaskan.

Kebijakan pengrusakan lingkungan itu menjadi ancaman ketersediaan bahan pangan serta tercerabutnya kehidupan sebagian masyarakat, terutama warga masyarakat yang tinggal di pedalaman.

Dalam peringatan hari pahlawan 10 November kali ini dilakukan dengan mengenang para pahlawan yang berarti mengenang pula pengorbanan Yu Patmi, Salim Kancil, dan masih banyak lagi jiwa yang melayang saat memperjuangkan ruang hidup.

“Mereka adalah juga pahlawan kehidupan yang berjuang bukan demi perut sendiri, tetapi berjuang bagi semua petani termasuk bagi kita semua agar alam ini tetap lestari memberikan penghidupan,” kata Gunretno menegaskan. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img