Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Walhi : Kesadaran Perubahan Iklim Masyarakat Indonesia Paling Rendah

Peserta YCC berfoto bersama di Dusun Candi Promasan, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal. (Foto: dokumentasi Walhi Jateng)

Berbanding terbalik dengan pemahaman masyarakat dunia yang santer mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.

Serat.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut masyarakat Indonesia berada di peringkat pertama yang tak percaya perubahan iklim. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemahaman masyarakat dunia yang santer mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. Sedangkan Arab Saudi menempati peringkat kedua yang tak mempercayai perubahan iklim

“Indonesia nomor satu, negara yang tak percaya terhadap perubahan iklim,” kata Eksekutif Nasional Walhi, Khalisah Khalid di Semarang, pekan lalu.

Baca juga : Walhi Desak Pemprov Jateng mengawasi Aktivitas Tambang

40 Mahasiswa Terlibat Pendidikan Lingkungan Walhi Jateng

Alasan WALHI Gelar Sekolah Ekologi di Malang

Manurut Khalisah, ketidakpercayaan masyarakat Indonesia terhadap perubahan iklim salah satunya karena minimnya literasi. “Karena literasinya rendah. Bukan hanya di tingkat masyarakat, pejabat publiknya juga,”  kata Khalisah menambahkan.

Riset Walhi juga menunjukka dari seluruh partai politik yang mengikuti pemilihan umum 2019 lalu, hanya beberapa yang memasukkan isu lingkungan di dokumen internal. Antara lain Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Solidaritas Indonesia.

Namun ia menjelaskan, isu lingkungan yang dibawa partai sebatas tertulis di dokumen saja. “Dalam praktik politiknya tidak di lakukan. Dokumen organisasi mereka tak digunakan rujukan sebagai anggota parlemen atau pemerintah,” ujar Khalidah menjelaskan.

Pemerhati Lingkungan dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Benny Danang Setianto,  menyebut masyarakat Indonesia acuh terhadap perubahan iklim lantaran tak terdampak secara langsung. “Sehingga proses penyadarannya lebih panjang,” kata Benny.

Dia mencontohkan, masyarakat akan ramai-ramai membersihkan selokan ketika musim penghujan dan terjadi banjir. Sementara ketika kemarau sampah dibiarkan menumpuk di selokan. “Isu lingkungan bisa sangat populis tapi dampaknya tidak direct,” kata Benny menambahkan.

Benny menyebutkan dampak kerusakan lingkungan paling banyak menimpa masyarakat yang masuk kategori kelompok rentan dan marjinal. Di antaranya kelompok rentan ekonomi menjadi korban pertama kerusakan lingkungan seperti banjir.

Menurut dia, kampanye perubahan iklim dapat dilakukan dengan pendekatan ekologi kebahagiaan. Ekologi kebahagiaan yang Benny maksud adalah melalui gaya hidup ramah lingkungan yang menyenangkan. Dia mencontohkan seperti penggunaan botol minuman dan sedotak yang tak sekali pakai.

“Sekarang yang lagi berkembang ecology of happiness. Ini melawan ideologi sebelumnya, kita bertindak karena takut. Ketika bisa mengatasi rasa takut manusia santai,” katanya. (*) ODY

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img