Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Tak Ada Merah Putih di Pusat Kota Rembang Saat Hari Kemerdekaan, Ini Kata Gubernur Ganjar

upacara
Warga Kentingan Baru, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, saat upacara kemerdekaan 17 Agustus 2020. Ist/serat.id

KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, yang sebelumnya mengkritik Pemkab Rembang terkait tak ada bendera merah putih di alun-alun di hari kemerdekaan.

Serat.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kesal karena alun-alun Kabupaten Rembang tak memasang bendera merah putih saat perayaan kemerdekaan Indonesia. Ia berterimakasih kepada KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, yang sebelumnya mengkritik Pemkab Rembang terkait tak ada bendera merah putih di alun-alun di hari kemerdekaan.

“Pemerintah Kabupaten Rembang memang abai memasang bendera merah putih saat perayaan kemerdekaan Indonesia,”  kata Ganjar, Selasa 18 Agustus 2020.

Baca juga : Kritik Kemerdekaan Dari Panggung Rakyat

Mereka Yang Menggelar Peringatan Kemerdekaan di Atas Reruntuhan

Diskriminasi Mahasiswa Papua Dalam Suasana Perayaan Kemerdekaan RI

Ganjar mengaku sudah menghubungi Bupati Rembang yang diakui pemahamanya berbeda. “Mereka mengaku abai soal itu,” ujar Ganjar menambahkan.

Menurut Ganjar, pemerintah daerah harus paham tentang permasalahan tersebut. Kejadian yang dialami Pemkab Rembang bisa menjadi pelajaran untuk pemerintah daerah yang lainnya.

“Padahal, semua kepala daerah sudah diperintahkan memasang bendera merah putih setiap hari sejak awal Agustus,” kata Ganjar menegaskan.

Ia berharap semua pemerintah daerah paham soal permasalah tersebut. Ganjar berpesan agar pemerintah daerah harus peduli dan tidak abai setiap ada kegiatan perayaan Indonesia merdeka.  Sedangkan kritik yang disampaikan Gus Mus menjadi koreksi dan evaluasi pemerintah agar tidak abai di kemudian hari.

Meski Pemda Rembang sudah mengakui kesalahannya, menurut Ganjar kejadian seperti tak bisa diulang.

“Saya sampaikan terimakasih kepada Gus Mus. Kejadian ini menjadi koreksi agar tidak terjadi di kemudian hari,” katanya. (*)

.

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img