Menyebabkan terjadi lonjakan peningkatan angka positif Covid-19 secara drastis

Serat.id – Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sejak sebulan terakhir atau paska lebaran terus menurun. Hal ini menjadi penyebab kenaikan angka kasus positif Covid-19 di Kota Semarang belakangan.
“Yang tadinya sebelum lebaran itu angkanya (Kepatuhan Prokes) di atas 70 hingga 80 persen, kemudian setelah lebaran turun berkisar 73 persen dan sekarang seminggu terakhir angkanya masih flat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochammad Abdul Hakam, Senin, 21 Juni 2021.
Baca juga : Fakta Lain Penerapan Protokol Kesehatan di Lingkungan Industri
Redam Penularan Covid-19, IDI : Tingkatkan Testing Tracing dan Protokol Kesehatan
Pelanggar Protokol Kesehatan dihukum menyapu Makam Pahlawan
Hakam menyebut penurunan kepatuhan masyarakat memakai masker juga turun di angka 71 persen, hal itu menyebabkan terjadi lonjakan peningkatan angka positif Covid-19 secara drastis. Menurut Hakam, seminggu yang lalu angkanya positiv Covid-19 masih di bawah 1.000. “Namun pada Senin siang ini sudah mencapai 2.121,” kata Hakam menambahkan.
Sebagian besar angka positif Covid-19 di Kota Semarang didominasi oleh kluster keluarga. Selain itu, saat ini angka keterisian tempat tidur sudah mencapai 2 ribu lebih. Dinkes Kota Semarang menyebut sejak pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang telah menggunakan program layanan gawat darurat Ambulance Hebat dan Ambulance Siaga.
Bahkan kebutuhannya hingga menyebabkan 20 antrian ambulance. Hal ini kemudian berimbas pada tenaga kesehatan yang mulai merasa kelelahan. “Sebagai solusinya, Pemkot Semarang telah menyiapkan dua ambulance baru sehingga total mencapai tujuh buah ambulance,” kata Hakam yang berharap dalam pekan ini dan ke depan kasus Covid-19 di Kota Semarang segera turun.
Pantuan serat.id, angka positivity rate Covid-19 di Kota Semarang mencapai 22,77 persen. Angka itu masih di atas standar organisasi kesehatan dunia (WHO) yang menetapkan rata-rata positivity rate 5 persen. Angka positivity rate dihitung dari jumlah kumulatif kasus positif sebesar 23.444 dibagi jumlah pemeriksaan yang dilakukan 102.953 orang, lalu dikalikan 100. (*)