Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

Kematian Nakes Mencapai 1.183, Alarm Bahaya Dari Benteng Terakhir

“Bulan Juni 2021 kenaikan kematian dokter meningkat 7 kali lipat di dibandingkan bulan Mei 2021, dengan di bulan Juli saja sudah tercatat 35 dokter meninggal, ”

serat.id
Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id –  Total jumlah kematian tenaga kesehatan berdasarkan data LaporCovid-19 per 9 Juli  mencapai 1.183 orang, mereka meninggal terpapar Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 lalu. Sedangkan dokter meninggal akibat Covid-19 per 8 Juli 2021, mencapai 458 orang.

“Bulan Juni 2021 kenaikan kematian dokter meningkat 7 kali lipat di dibandingkan bulan Mei 2021, dengan di bulan Juli saja sudah tercatat 35 dokter meninggal, ” kata  Ketua Tim Mitigasi Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI),  Adib Khumaidi, dalam penrytaan remsi yang dikirimkan Lapor Covid-19, Minggu, 11 Juli 2021

Adib menjelaskan banyak dokter yang terpapar di tengah ledakan kasus. “Sedangkan banyak Nakes yang terpapar dan ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah, terutama di wilayah Jawa Timur,” kata Adib menambahkan.

Tercatat di Jawa Timur terdapat 124 dokter yang sakit di Surabaya, beberapa kritis dan bahkan meninggal. Di Yogyakarta, 167 dokter terpapar, dengan beberapa juga meninggal. Hal itu jelas  mempengaruhi layanan kesehatan yang dapat diberikan kepada warga di lapangan.

Kondisi itu disebut oleh Adib sebagai functional collapse ketika kebutuhan masyarakat sangat tinggi atau flow pasien yang terus mengalir, namun banyak dokter yang sudah sakit, sehingga jika tidak ada intervensi di hulu, maka akan terus memberikan risiko kepada nakes.

Menurut Adib, demi perlindungan dan keamanan di fasilitas kesehatan, diperlukan zonasi di fasilitas kesehatan dan triase pre-rumah sakit, “Harus ada fasilitas khusus Covid-19 saja, selain itu harus ada upaya pemberdayaan Nakes dengan sistem shifts dan memastikan bahwa mereka memiliki sertifikasi untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan masyarakat,”  katanya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Emi Nurjasmi,  mengatakan total bidan meninggal  mencapai 208 orang, sebnayak 39 bidan meninggal per 8 Juli 2021.  Ia menyebut permasalahan yang dihadapi bidan adalah ketika ibu hamil positif tidak dapat dirujuk RS.

“Maka pasien harus ditangani oleh bidan, padahal risiko sudah tinggi terutama karena fasilitas untukCovid-19 belum memadai khususnya untuk klinik mandiri. Bahkan karena banyaknya pasien, bidang yang sedang isolasi mandiri juga harus masuk.” Kata  Emi.

Ia juga menyatakan bahwa kematian nakes mungkin juga dikontribusikan oleh banyaknya bidan yang dilibatkan sebagai vaksinator tanpa APD yang lengkap. Keterpaparan yang meningkat juga menyumbang pada kematian di kalangan bidan, “Padahal seluruh bidan sudah divaksin” kata Emi  menjelaskan.

Tak hanya kelelahan, perawat juga mengalami kekerasan

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah, mengatakan bahwa tekanan yang dipikul oleh perawat sangat besar “Dengan kasus yang meningkat, dan jumlah perawat yang berkurang, maka beban fisik dan mental juga bertambah. Dalam satu minggu, perawat bahkan mengalami mengalami kekerasan fisik saat pelayanannya,” ujar Hanif.

Harif menyoroti beban ganda yang dipikul oleh perawat di Puskesmas yang harus melakukan vaksinasi, dengan target vaksinasi yang tinggi. “Belum lagi tugas-tugas lainnya,” kata Harif  menmabahkan.

Selain itu fokus pada perlindungan bagi perawat juga sangat rendah, seperti permasalahan pada insentif dan juga fasilitas kesehatan bagi perawat yang terpapar.  Hal itu menjadi alasan ia mengusulkan perlunya perlindungan bagi perawat yang dijamin sedemikian rupa.

“Vaccination booster mungkin juga perlu diusulkan, tentunya setelah mendapat persetujuan ilmiah dan kajian studi,” kata Hanif menjelaskan. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img