Jumat, Agustus 29, 2025
28.2 C
Semarang

Membuka Lapak Baca Jalanan Menarik Minat Literasi Masyarakat

Koleksi buku lapak baca gratis Advanture Book Jepara di Lapangan Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara pada 28 November 2020. Ika Resaliya/serat.id

Selain layanan baca buku, ada kegiatan baca tulis, melukis, menggambar, belajar bvahasa Inggris dan matematika

Serat.id – Akhmad Yovi Widiyanto tak malu dengan kegiatan yang dilakoni sejak empat bulan lalu. Hingga sekarang saban malam Minggu ia tekun menggelar berbagai macam buku di atas trotoar lapangan Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

“Saya buka mulai jam empat sore. Saya berharap agar orang-orang yang datang tidak hanya sekedar main, tapi juga baca buku,” kata Akhmad Yovi Widiyanto, kepada Ika Resaliya, reporter magang serat.id, Sabtu, 28 November 2020.

baca juga : Etnomatematika Literasi Budaya Penguatan Pendidikan Karakter*

Komnas Perempuan Serukan Penuhi Hak Berbahasa Isyarat, Ini Penjelasannya

Mengenang Karya Si Pemetik Kenangan

Pria berusia 20 tahun ini mengaku saat awal lapak baca yang ia gelar membuat sejumlah bingung pengunjung yang ingin menikmati malam Minggu di lapangan. “Sempat dikira sebagai penjual buku. Pelan-pelan ada yang datang, apalagi setelah ada yang menpostingnya di media sosial,” kata Yovi menambahkan.

Gerakan yang dilakukan pun lambat laun menuai hasil, para pegunjung lapangan yang awalnya hanya  sekedar ingin menikmati akhir pekan mulai  mengerubuti lapak baca yang ia gelar. Kini pengunjungnya semakin bertambah, khususnya anak-anak.

Tingkat kunjungan antara tujuh hingga 20 anak di lapak baca yang ia gelar. Pemuda yang akrab disapa Jopi itu mengaku awalnya tidak mempunyai buku sama sekali. Mengandalkan relasinya, dia membuka donasi melalui whatsapp dan media sosial lainnya.

“Aku tak punya buku sama sekali, ini dari kolektif temen-temen semua. Ngumpulin dionasi buku bekas lewat WA siapa yang punya buku bekas siap ku ambil,” kata Yovi menjelaskan awal kisahnya.

Saat ini ada sekitar 150 koleksi buku Advanture Book Jepara diangkut Jopi menggunakan tas besar dari rumahnya Desa Segawe, Kecamatan Bangsri. Sebagian besar novel, cerita rakyat, buku pelajaran dan selebihnya buku umum.

Selain baca buku, ada kegiatan baca tulis, melukis, menggambar, belajar Bahasa Inggris dan matematika. Buku-buku tersebut pun boleh dipinjam selama satu minggu dengan syarat meninggalkan nama, alamat, dan nomor telepon.

Ia mendirikan ruang membaca karena terisnpirasi dari temannya di Jakarta yang mendirikan Advanture Book. Nama itu sebagai inpirasi petualangan perjalanan yang tidak menetap, selalu berpindah-pindah. “Sehingga dia membuat dengan nama yang sama agar mempermudah distribusi e-book,” katanya.

Kini lapak baca yang ia gelar dilengkapi alat lukis bagi anak-anak. Di lapak yang ia buka saban  malam Minggu itu tersedia krayon, pensil warna, dan media gambar lain. Sejumlah alat gambar sederhana itu dikumpulkan dari sumbangan sejumlah rekanbya  asal kecamatan Keling dan Welahan yang mengumpulkan dana dengan berjualan stiker.

Yovi kini sudah empat bulan bertahan mejajakan lapak baca Advanture Book Jepara. Keterbatasan dana dan sejumlah kendala tak membuat dia redup berihtiyar menjaga  minat baca lewat perpustakaan gelaran.

Ia dibantu relawan yang kadang datang dan pergi, sedangkan penerangan membantu memudahkan menikmati bacaan yang ia jajakan hanya mengandalkan lampu portabel yang disambungkan pada power bank dan lampu pohon di pinggir lapangan.

“Pengunjung yang datang semakin menyusut karena lonjakan pandemi, bahkan pernah tidak ada sama sekali,” katanya.

Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya tetap menggerakan literasi untuk masyarakat sekitarnya.  Yovi masih punya keinginan membuat perpustakaan kecil dan lembaga les di rumah.

Seorang pengunjung Advanture Book Jepara, Sono Ponco Wusodo mengaku terbantu dengan adanya perpustakaan itu.  “Bisa membaca buku-buku yang belum pernah saya baca. Serta mendapatkan wawasan baru dan teman baru pula,” kata Sono. (*)

IKA RESALIYA, mahasiswa magang jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img