Data nasional saat ini menunjukkan proporsi kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0 hingga 18 tahun mencapai 12,5 persen.

Serat.id – Kasus Covid-19 pada anak-anak cenderung di Kabupten Jepara mencapai sekitar 600 orang, dari usia 0 hingga 18 tahun. Hal itu harus menjadi perhatian khusus karena ancaman anak terpapar virus Covid-19 kian mengkhawatirkan.
“Berdasar data Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara, dalam sepekan terakhir, 22 hingga 29 Juni , tercatat ada 90 anak yang dinyatakan positif Covid-19. Atau jika dihitung, tiap hari ada tambahan kasus positif sekitar 10 anak,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI asal Jepara Abdul Wachid, Rabu, 30 Juni 2021.
Baca juga : Imbas Pandemi Covid-19, Orang Tua Enggan Daftarkan Anak ke PAUD
Ini Anjuran Dokter Anak Mengenai Belajar di Masa Pandemi Covid-19
Ini Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kesejahteraan Anak
Abdul wachid menyebut kecenderungan anak positif Covid-19 juga terjadi di kabupaten tetangga atau daerah lain. Bahkan data nasional saat ini menunjukkan proporsi kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0 hingga 18 tahun mencapai 12,5 persen.
“Artinya 1 dari 8 kasus terkonfirmasi positif adalah anak,” kata Wachid menmabahkan.
Ia mengaku segera mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BNPB serta Kementerian Sosial yang merupakan mitra kerja Komisi VIII untuk memberikan perhatian khusus penanganan Covid-19 pada anak-anak. Anggaran yang khusus untuk penanganan anak-anak yang terpapar Covid-19 didorong juga memadai.
“Karena mereka itu masa depan bangsa. Harus ada perhatian khusus mulai dari antisipasi hingga penanganan di lapangan,” kata Abdul Wachid menegaskan.
Ia juga menyoroti kasus Covid-19 di Jawa Tengah yang dalam beberapa hari belakangan menunjukkan lonjakan yang signifikan. Sebab saat ini tercatat ada 25 kabupaten dan kota di Jateng yang masuk zona merah. Padahal beberapa pekan lalu, hanya sekitar 7 daerah yang tergolong zona merah.
Catatanya menunjukkan per Selasa 29 Juni kemarin, jumlah warga Jepara yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 13.943 orang. Dari jumlah itu, 11.669 orang dinyatakan sembuh, 1.533 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi.
Dan sebanyak 741 orang dinyatakan meninggal dunia. Tiap hari, belasan hingga lebih dari 20 warga Jepara meninggal dunia karena Covid-19.
Saat ini Jepara berstatus zona merah Covid-19, pekan lalu, bahkan Jepara menempati urutan pertama kasus Covid-19 di Provinsi Jateng. Jepara menyalip Kabupaten Kudus yang sebelumnya menjadi perhatian nasional karena sempat menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah Covid-19.
Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara Muh Ali mengatakan akan terus bergerak menangani penyebaran Covid-19. Salah satunya mempercepat vaksinasi untuk warga Jepara. “Hari ini ada gerakan 1000 vaksin di Jepara. Berbagai langkah antisipasi juga terus dilakukan termasuk gerakan dua hari di rumah saja tiap Sabtu dan Minggu,” kata Ali.
Vaksinasi diharapkan upaya tersebut mampu mempercepat terciptanya herd immunity komunal di Kota Ukir. “Sedangkan imbauan agar memperketat protokol kesehatan juga terus kami sampaikan,” katanya. (*) MUHAMMAD OLIES