Jumat, Agustus 29, 2025
27.6 C
Semarang

Aktivis Semarang Peringati 26 Tahun Kematian Marsinah

Aktivis semarang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Mengugat (GERAM), saat memperingati 26 tahun kematian Marsinah di depan Gubernuran. Foto Ulil, serat.id

Agar para generasi muda paham dan tahu Marsinah seorang pejuang buruh dengan berbagai siksaan dan intimidasi yang akhirnya sampai terbunuh

Serat.id – Aktivis semarang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Mengugat (GERAM) peringati 26 tahun kematian salah satu buruh asal Jawa Timur Marsinah yang meninggal karena kekerasan saat memperjuangkan haknya. Peringatan kematian pejuang buruh itu dilakukan di depan kantor Gubernuran Jawa Tengah, jalan Pahlawan  Kota Semarang, Selasa, 7 Mei 2019.

“Aksi ini tujuanya agar para generasi muda itu paham dan tahu bahwa Marsinah seorang pejuang buruh dengan berbagai siksaan dan intimidasi yang akhirnya sampai terbunuh,” kata koordinator aksi, Mulyono.

Baca juga : Jalan Terjal Pekerja Rumahan untuk Sebuah Pengakuan

AJI Semarang Minta Pemerintah Jateng Peduli Pekerja Media

Pekerja Media Suara Merdeka Di-PHK Sepihak saat May Day

Mulyono menyatakan hingga kini buruh meneruskan perjuangan Marsinah dengan mengkritisi pemerintah agar melaksanakan undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan undang-undang nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau  Serikat Buruh.

“Supaya buruh itu bisa sejahtera bersama keluarganya,” ujar Mulyono menjelaskan.

Sedangkan Perwakilan LBH Semarang, Herdin Pardjoan, meminta kepada Pemerintah untuk mengusut secara tuntas kasus kematian  Marsinah.

“Sudah sepatutnya  negara kemudian melakukan upaya penyelesaian, agar supaya tidak ada luka masa lalu yang terus diwariskan kepada generasi Indonesia hari ini dan kedepannya, ” ujar Herdin.

Baca juga : Akhirnya PT Ara Shoes Indonesia Penuhi Putusan Pengadilan

Aksi 26 tahun peringatan kematian Marsinah digelar dengan orasi, pembacaan puisi, serta ditutup dengan pembacaan doa diiringi dengan menyalakan seribu lilin.

Seribu lilin Marsinah dimaknai seribu energi perjuangan marsinah dan memberi seribu cahaya kesejahteraan bagi buruh dan keluarganya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img