
Agar para generasi muda paham dan tahu Marsinah seorang pejuang buruh dengan berbagai siksaan dan intimidasi yang akhirnya sampai terbunuh
Serat.id – Aktivis semarang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Mengugat (GERAM) peringati 26 tahun kematian salah satu buruh asal Jawa Timur Marsinah yang meninggal karena kekerasan saat memperjuangkan haknya. Peringatan kematian pejuang buruh itu dilakukan di depan kantor Gubernuran Jawa Tengah, jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa, 7 Mei 2019.
“Aksi ini tujuanya agar para generasi muda itu paham dan tahu bahwa Marsinah seorang pejuang buruh dengan berbagai siksaan dan intimidasi yang akhirnya sampai terbunuh,” kata koordinator aksi, Mulyono.
Baca juga : Jalan Terjal Pekerja Rumahan untuk Sebuah Pengakuan
AJI Semarang Minta Pemerintah Jateng Peduli Pekerja Media
Pekerja Media Suara Merdeka Di-PHK Sepihak saat May Day
Mulyono menyatakan hingga kini buruh meneruskan perjuangan Marsinah dengan mengkritisi pemerintah agar melaksanakan undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan undang-undang nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Serikat Buruh.
“Supaya buruh itu bisa sejahtera bersama keluarganya,” ujar Mulyono menjelaskan.
Sedangkan Perwakilan LBH Semarang, Herdin Pardjoan, meminta kepada Pemerintah untuk mengusut secara tuntas kasus kematian Marsinah.
“Sudah sepatutnya negara kemudian melakukan upaya penyelesaian, agar supaya tidak ada luka masa lalu yang terus diwariskan kepada generasi Indonesia hari ini dan kedepannya, ” ujar Herdin.
Baca juga : Akhirnya PT Ara Shoes Indonesia Penuhi Putusan Pengadilan
Aksi 26 tahun peringatan kematian Marsinah digelar dengan orasi, pembacaan puisi, serta ditutup dengan pembacaan doa diiringi dengan menyalakan seribu lilin.
Seribu lilin Marsinah dimaknai seribu energi perjuangan marsinah dan memberi seribu cahaya kesejahteraan bagi buruh dan keluarganya. (*)