Jumat, Agustus 29, 2025
30.2 C
Semarang

Akademisi Undip Minta Pemilihan Pimpinan KPK diulang

Akademisi Universitas Diponegoro Semarang beserta LSM dan mahasiswa, saat menyatakan sikap menolak pelemahan KPK, Jum’at 13 Semptember 2019, Tamam/serat.id

Menolak Surat Presiden Jokowi yang mengesahakn revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Serat.id – Akademisi Universitas Diponegoro Semarang beserta LSM dan mahasiswa minta agar pemilihan Pimpinan KPK yang sebelumnya dilakukan dewan perwakilan rakyat digelar ulang.  Mereka juga menyatakan sikap  menolak Surat Presiden Jokowi yang mengesahakn revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami melihat bahwa istana ragu-ragu dalam upaya untuk melakukan penguatan terhadap KPK, itulah mengapa kami hari ini melakukan aksi agar presiden tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan dalam memperkuat KPK,” kata Dosen Ilmu Politik Undip, Wijayanto, 13 September 2019.

Baca juga : Pegiat Antikorupsi di Semarang Minta Presiden Evaluasi Pansel KPK

Ini Alasan Draf Revisi UU KPK Layak Ditolak

Capim KPK tak Patuh LHKPN diminta Mundur

Wijayanto menyesalkan terpilihnya pimpinan KPK yang bermasalah dan diduga kuat sebelumnya melakukan pelanggaran kode etik.  Para akademisi Undip menyerukan kepada Presiden Jokowi agar menolak revisi UU KPK.

Protes yang disampaikan akademisi Undip itu dihadiri oleh Amri Nalfi Khair, perwakilan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) yang menyatakan ikut adanya upaya pelemahan KPK. “Kami menolak RUU KPK ini, karena kami beranggapan RUU itu tidak menyelesaikan masalah, justru KPK itu butuh penguatan bukan malah dilemahkan,” kata Amri.

Amri merasa kecewa adanya Surat Presiden yang membuktikan Jokowi mendukung revisi UU KPK. “Saat ini kami masih berpandangan bahwa UU KPK masih relevan dan perlu dikuatkan,” kata Amri menambahkan.

Saat menyampaikan protes para akademisi dan pegiat anti korupsi mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan pemberantasan korups. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img