Jumat, Agustus 29, 2025
29.4 C
Semarang

Lima Guru Sekolah Ini Meninggal Akibat Covid-19 Secara Beruntun

Ilustrasi, pixabay.com

Merebaknya kasus di sekolah tersebut bermula usai rombongan guru melakukan takziah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Serat.id – Seorang guru SMP Negeri 3 Jekulo, Kabupaten Kudus kembali meninggal dunia terpapar Covid-19 pada Minggu, 7 Desember 2020 lalu. Kematian guru perempuan yang sedang hamil tersebut, menambah daftar kematian guru di sekolah tersebut menjadi lima orang.

“Tambah satu guru lagi yang meninggal karena covid-19 pada Minggu sekitar pukul 17.53 di Kariyadi Semarang,” kata Camat Jekulo, Wisnubroto Purnawarman kepada Serat,id, Selasa, 8 Desember 2020.

Berita terkait : Empat Guru di Kudus Meninggal Terpapar Covid-19

Kematian guru di satu sekolah akibat Covid-19 itu terjadi secara beruntun. Tercatat kejadian pertama pada Senin, 23 November, guru kedua pada Minggu, 29 November, guru ketiga meninggal Senin, 30 November.

“Kematian guru keempat Kamis, 3 Desember dan guru kelima meninggal, Minggu, 7 Desember 2020,” kata Wisnubroto menambahkan.

Kepala Puskesmas Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Emy Ruyanah mengatakan selain kematian akibat Covid-19, ada 19 guru di SMP Negeri 3 Jekulo Kabupaten Kudus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hasil swab terhadap 43 guru sudah keluar, 14 positif Covid-19. Beda dengan lima guru yang meninggal dunia, mereka sudah dirawat terlebih dahulu,” kata Emy.

Baca juga : Tiga Anggota DPRD Jateng Meninggal Terpapar Covid-19

Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Dokter Belum Terima Santunan

IDI Jateng Desak Pemerintah Transparan Data Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Menurut Emy, merebaknya kasus di sekolah tersebut bermula usai rombongan guru melakukan takziah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Kemudian sembilan guru itu merasakan sakit panas, meski dirinya tak tahu pasti kapan rombongan tersebut ke Purwokerto.

“Sebagian besar guru tersebut dalam keadaan baik dan tengah menjalani isolasi mandiri. Untuk pengawasannya kami titipkan ke puskesmas terdekat dari rumah para guru yang menjalani isolasi mandiri,” kata Emy menjelaskan.

Ia mengatakan saat ini sekolah tersebut telah ditutup sementara dan dilakukan sterilisasi. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img