BERBAGI
Ilustrasi memancing di sungai. (Foto Pixabay.com)

serat.id- Memancing wader di Sungai Gondorio, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang tak hanya menguji sensasi tarikan ikan dari alam bebas. Pemancing juga bisa menelusuri keelokan alam di pingiran kota yang selama ini diabaikan.

“Kali Gondorio menyimpan alam yang indah, sebuah air terjun (curug) yang menutup goa,” kata Edi Sudrajat, seorang warga Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan yang sering memancing di sungai itu, pekan lalu.

Edi mengaku mengetahui goa di sungai tempat ia mancing itu berdasar petunjuk warga setempat. Keunikan goa berada di bawah air terjun berada di RT 4 RW 4 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Goa itu kini menjadi jujugan warga yang sebelumnya tak menyangka karena kawasan sungai itu merupakan perkampungan di pinggiran kota. Pengunjung yang ingin melihat goa yang tertutup air terjun itu harus menyusuri jalan setapak ke arah jurang.

Serat.id menjajal ke lokasi dengan menyusuri jalan setapak setelah menyeberang Sungai Gondorio lewat belakang gedung taman kanak-kanak di jalan raya kampung. Namun, akses lebih mudah bisa dilalui jalan yang disediakan remaja Karang Taruna setempat yang membuka jalan menuju lokasi lewat perkampungan.

“Tak jauh dari curug, terdapat sebuah mulut goa tua dan talang air unik yang terbuat dari kayu jati kuno. Di dalam goa terdapat sejumlah arca. Salah satunya Arca Harimau,” kata anggota Karang Taruna kelurahan Gondorio, Edi Romanto, saat menunjukan jalan.

Goa di bawah air terjun kedalaman sekitar 20 meter menjorok ke dalam seluas lapangan badminton dengan kondisi gelap membuat pengunjung harus berhati-hati terhadap hewan liar seperti biawak dan ular.

Keunikan dari goa itu terdapat talang terbuat dari kayu melintang yang menyangga atap. Warga kampung Gondorio meyakini talang yang terbuat dari kayu itu peninggalan para wali. Konon kedalaman goa bisa tembus hingga ke Masjid Agung Kaliwungu, Kabupaten Kendal, kurang lebih 20 kilometer dari lokasi tersebut.

Namun serat.id, sulit membuktikan pengakuan itu, kondisi dalam gua selain gelap juga tak ada petunjuk jalur kedalaman goa. “Tetapi hal itu memang belum terbukti, karena belum pernah tersentuh penelitian ahli. Kami juga tak menyangka tiba-tiba tempat ini booming di media sosial,” kata Romanto.

Di dalam gua sendiri terdapat sebuah arca yang mulai rusak, sulit mengetahui jenis dan era apa arca didalam goa itu, selain belum ada catatan arkeologi sebagai petunjuk juga kondisi arca sudah rusak sebagian bahkan patah. (EDI FAISOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here