BERBAGI

Serat.id– Saat bulan Ramadan tiba, kuliner yang satu ini selalu hadir menemani jamaah masjid Pekojan, Kampung Petolongan, Purwodinatan saat berbuka puasa. Yaitu bubur India yang dibagikan gratis untuk para pengunjung masjid.

Juru masak bubur India, Ahmad Ali menyebut bubur tersebut dibawa oleh para pedagang asal Gujarat, India. Menurut Ahmad, pedagang asal India tersebut menetap di kampung Petolongan ratusan tahun silam saat menyebarkan agama Islam.

Ratusan jamaah masjid Pekojan menikmati bubur India saat berbuka puasa, Selasa, 7 Mei 2019.
Ratusan jamaah masjid Pekojan menikmati bubur India saat berbuka puasa, Selasa, 7 Mei 2019.

“Dulu pedagang dari India kesini untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam, kemudian mengajarkan kepada warga yang disini berdagang permata dan batuan lain sambil memperkenalkan makanan khas kita yakni bubur India,” kata pria keturuan Gujarat itu, Selasa, 7 Mei 2019.

Ali merupakan generasi keempat pewaris resep bubur tradisional dari India itu. Ia juga yang dipercaya untuk meneruskan dan meracik bubur India di Masjid Pekojan, Kota Semarang.

Bubur India sangat berbeda dengan bubur pada umumnya. Menurut Ahmad, yang membedakannya adalah rempah yang digunakan saat membuat bubur. Untuk menghasilkan cita rasa yang khas, ada delapan rempah yang diracik. Rempah tersebut terdiri dari jahe, bawang , kapulaga , cengkeh , santan, kayu manis, serai dan pandan.

“Rasa khas rempahnya sangat kuat dibandingkan dengan bubur yang biasanya,” kata Ahmad.

Cara memasaknya juga berbeda. Ahmad mengatakan, bubur India dimasak secara tradisional menggunakan tungku kayu. Itu dilakukan untuk mempertahankan keaslian rasa dan ketahanan bubur.

Ahmad menyebut, memasak dengan tungku kayu dipercaya tidak akan membuat bubur cepat encer. Bubur dimasak selama tiga jam dimulai setelah salat Zuhur sampai salat Asar. Bubur tersebut baru akan disantap saat berbuka puasa.

Takmir Masjid Pekojan menyediakan lebih kurang 200 mangkuk bubur India saban hari selama bulan Ramadan. Lauk yang disajikan untuk melengkapi bubur India cukup bervariasi. Kadang-kadang telur, kentang dan juga daging kambing.

Penikmat bubur India tidak hanya berasal warga sekitar Purwodinatan Kota Semarang, tetapi juga dari berbagai kota. Maklum, bubur India legendaris Masjid Pekojan memang sudah dikenal hingga luar kota.

“Menjelang buka puasa biasanya banyak warga atau wisatawan yang mampir untuk menikmati bubur India di sini,” kata Ahmad.

Warga Boyolali, Rahmat Yasin mengaku selalu menyempatkan diri mampir di Masjid Pekojan saat awal Ramadan. Ia ingin menikmati bubur India yang hanya ada di bulan puasa.

“Sudah beberapa kali ini setiap bulan puasa saya sempatkan untuk mampir di Masjid Pekojan untuk menikmati bubur India sajian khas di sini,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here